Demokrat ingatkan Bawaslu soal mobil mewah

Senin, 11 November 2013 - 08:41 WIB
Demokrat ingatkan Bawaslu...
Demokrat ingatkan Bawaslu soal mobil mewah
A A A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar tak main-main menggunakan fasilitas baru seperti mobil mewah saat menjalankan kedinasannya.

Menurutnya, Bawaslu merupakan pejabat publik sama dengan pejabat-pejabat lain. Sehingga, terkait fasilitas yang digunakannya pun akan menuai sorotan dari masyarakat. Ia meminta Bawaslu bersikap transparan dalam setiap penggunaan fasilitas negara tersebut.

"Kepada kawan-kawan Bawaslu ya welcome to the club. Itulah kalo anda menjadi pejbat publik selalu menjadi sorotan," kata Ramadhan, saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Senin (11/11/2013).

Namun begitu, Ramadhan mengaku, bahwa setiap lembaga negara yang menggunakan fasilitas negara sudah masuk dalam mata anggaran. Tetapi, ia berharap kinerja Bawaslu terkait pengawasan Pemilu semakin meningkat saat mendapatkan fasilitas baru tersebut.

Sebelumnya, Bawaslu mengaku telah memeroleh fasilitas lima mobil baru merk Toyota Camry. Mobil tersebut bakal digunakan oleh oleh pimpinan dan komisioner Bawaslu.

Menjadi penting, lanjut dia, lebih baik Bawaslu membuktikan kepada masyarakat bahwa antara penggunaan fasilitas dengan kinerjanya menjadi lebih seimbang. "Ya langkah DPR untuk tidak ada mobil dinas ya bagus juga sebenarnya," ujarnya.

Ditambahkan dia, terkait fasilitas mobil dinas yang lama yang sudah ada sebelumnya, ia menyerahkan kepada Bawaslu untuk mengukurnya. Sebab, Bawaslu lebih tahu soal permintaan dan penggunaan fasilitas itu.

Sementara itu, ia meminta kepada masyarakat agar tak curiga terhadap fasilitas baru itu. Menurutnya, Bawaslu memang memiliki tanggung jawab dan beban berat dalam tugasnya. Maka dari itu, soal fasilitas mobil dinas tersebut bisa disikapi secara jernih oleh bermacam kalangan.

"Tetapi pesan dari masyarakat itu sesungguhnya adalah supaya kita menjadi lebih sensitif ya dalam menyikapi atau bersikap sebagai pejabat-pejabat publik ini," tutupnya.

Bawaslu beli 5 Toyota Camry sebagai mobil dinas
(lal)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Komisi III DPR Segera Bentuk Timwas
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditetapkan Tersangka Pemerasan, Ternyata Ikuti Praktik Suaminya
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Infografis
Penjualan Mobil Anjlok,...
Penjualan Mobil Anjlok, Volkswagen akan Produksi Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved