Vonis Fathanah terberat sepanjang kasus di KPK

Selasa, 05 November 2013 - 20:11 WIB
Vonis Fathanah terberat...
Vonis Fathanah terberat sepanjang kasus di KPK
A A A
Sindonews.com - Pakar hukum pidana pencucian uang Universitas Trisakti Yenti Ganarsih mengatakan, kurang maksimalnya pembuktian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tentu juga termasuk tidak terbuktinya Fathanah dalam pencucian pasif atau sebagai penerima sesuai pasal 5 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menurutnya, kalau KPK mendakwa dan menuntut Fathanah dengan pasal 5 karena patut diduga menerima uang hasil korupsi dari Yudi Setiawan, maka itu berarti KPK harus ada bukti bahwa uang dari Yudi adalah hasil korupsi Yudi.

"Yang diterima Fathanah dari Yudi justru itu korupsinya. Kalau buktinya ada bahwa dia menerima suap dari Yudi dan berkaitan dengan kerugian negara. Harusnya KPK bisa buktikan itu, agar disita," kata Yenti saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta, Selasa (5/11/13).

Menurutnya, penyitaan aset Fathanah yang tidak mencapai angka TPPU yang dilakukan, juga kurang cocok dengan filosofi TPPU. Di mana tidak mungkin ada TPPU tanpa kejahatan asal dan dua-duanya dibuktikan.

"Agar juga lebih optimal siapa saja yang terlibat korupsinya. Serta siapa saja yang terlibat TPPU dan merampas semua hasil kejahatan," ucapnya.

Yenti menambahkan, putusan pidana penjara dan denda kepada Fathanah hanya standar saja atau 2/3 lebih sedikit jika dibandingkan dengan tuntutan keseluruhan 17 tahun dan enam bulan penjara.

Tapi yang jelas putusan pidana penjara Fathanah lebih berat dari putusan terdakwa Irjen Pol Djoko Susilo. "Kalau enggak salah putusan pidana penjara Fathanah adalah putusan terberat atas kasus di KPK. Nah, boleh saja KPK banding untuk memperberat hukuman. Tapi harus hati-hati dengan kewenangan penuntutan yang ada di-senting opinion," tandasnya.

Berita terkait:
Ahmad Fathanah divonis 14 tahun penjara, denda Rp1 M
(maf)
Berita Terkait
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
Menimbang Ulang Impor...
Menimbang Ulang Impor Daging Kerbau
Pemerintah Janji Tinjau...
Pemerintah Janji Tinjau Ulang Kuota Impor Daging Sapi
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
7 Negara Pengekspor...
7 Negara Pengekspor Daging Terbesar ke Indonesia, yang Terakhir: Percaya Enggak Percaya!
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
30 Tahun Kudatuli, PDIP...
30 Tahun Kudatuli, PDIP Pentaskan Ulang Tragedi Berdarah Penyerbuan Kantor PDI
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved