Gerindra sebut Bawaslu tak konsisten soal DPT
Senin, 04 November 2013 - 17:55 WIB
Gerindra sebut Bawaslu tak konsisten soal DPT
A
A
A
Sindonews.com - Saat rapat pleno dan rekapitulasi nasional soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tuding Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersikap tak konsisten terkait temuan data DPT.
Gerindra bahkan mengatakan, Bawaslu tidak serius bekerja sampai tingkat bawah. "Kami kecewa kepada Bawaslu yang sudah merekomendasikan penetapan DPT ditunda dua pekan, yakni sampai hari ini, tapi tidak konsisten bekerja. Memberikan rekomen penundaan sampai hari ini tapi memberikan lagi temuan tebal sekali," kata Ketua DPP Partai Gerindra Habiburrohman, di ruang sidang KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2013).
Dikatakan dia, Bawaslu menjadi aneh justru saat membawa data pemilih bermasalah saat rapat pleno jelang penetapan DPT hari ini. "Masa hari ini membawa data yang masih belum beres sekitar 10,4 juta. Jadi Bawaslu bekerjanya seperti apa?," ujarnya.
Dilanjutkan dia, Gerindra sebetulnya akan menerima keputusan KPU jika benar akan menetapkan DPT hari ini. Sekalipun dengan data yang kurang lengkap dan kembali disodorkan oleh Bawaslu kepada KPU.
"Angka 10 juta itu tidak sedikit, kami parpol tidak bisa menolak keputusan KPU yang akan ditetapkan. Kami didengarkan terserah ditetapkan kami terima, tapi kami ingin agar semuanya jelas," tandasnya.
Habiburrohman menyatakan, pihaknya hanya mengharapkan ketegasan penyelenggara pemilu dan ada koordinasi antara KPU dan Bawaslu. "Kami tahu KPU sudah bekerja sangat keras dalam penundaan DPT, tapi kami sebagai peserta pemilu tidak ingin melihat peran Bawaslu hanya menyodorkan data yang kurang saja," tutupnya.
Berita terkait:
Ini jumlah pemilih untuk DPT Pemilu 2014.
Gerindra bahkan mengatakan, Bawaslu tidak serius bekerja sampai tingkat bawah. "Kami kecewa kepada Bawaslu yang sudah merekomendasikan penetapan DPT ditunda dua pekan, yakni sampai hari ini, tapi tidak konsisten bekerja. Memberikan rekomen penundaan sampai hari ini tapi memberikan lagi temuan tebal sekali," kata Ketua DPP Partai Gerindra Habiburrohman, di ruang sidang KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2013).
Dikatakan dia, Bawaslu menjadi aneh justru saat membawa data pemilih bermasalah saat rapat pleno jelang penetapan DPT hari ini. "Masa hari ini membawa data yang masih belum beres sekitar 10,4 juta. Jadi Bawaslu bekerjanya seperti apa?," ujarnya.
Dilanjutkan dia, Gerindra sebetulnya akan menerima keputusan KPU jika benar akan menetapkan DPT hari ini. Sekalipun dengan data yang kurang lengkap dan kembali disodorkan oleh Bawaslu kepada KPU.
"Angka 10 juta itu tidak sedikit, kami parpol tidak bisa menolak keputusan KPU yang akan ditetapkan. Kami didengarkan terserah ditetapkan kami terima, tapi kami ingin agar semuanya jelas," tandasnya.
Habiburrohman menyatakan, pihaknya hanya mengharapkan ketegasan penyelenggara pemilu dan ada koordinasi antara KPU dan Bawaslu. "Kami tahu KPU sudah bekerja sangat keras dalam penundaan DPT, tapi kami sebagai peserta pemilu tidak ingin melihat peran Bawaslu hanya menyodorkan data yang kurang saja," tutupnya.
Berita terkait:
Ini jumlah pemilih untuk DPT Pemilu 2014.
(maf)