Pengganti Sutarman harus bisa maksimalkan Dirtipikor
Rabu, 30 Oktober 2013 - 10:09 WIB
Pengganti Sutarman harus bisa maksimalkan Dirtipikor
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) berharap, agar Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) baru yang akan menggantikan Jenderal Sutarman bisa menggerakkan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Mabes Polri.
Menurut Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Dirtipikor ini harus mampu memberantas kasus korupsi khususnya di internal korps baju coklat tersebut.
"Dirtipikor agar bekerja maksimal dalam memberantas kasus-kasus korupsi, dengan fokus utama 100 hari kerjanya menuntaskan kasus-kasus korupsi di internal Polri," kata Neta melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (30/10/2013).
Neta berpendapat, beberapa kasus yang harus dituntaskan Polri adalah dugaan korupsi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) serta dugaan kasus korupsi di internal Polri lainnya.
"Antara lain kasus korupsi TNKB yang sudah lebih setahun mengendap di Bareskrim. Lalu mengusut dugaan keterlibatan 33 perwira Polri dalam menerima aliran dana Labora Sitorus dan menuntaskan aliran dana Gayus Tambunan," tuntasnya.
Sekadar informasi, kursi Kabareskrim kini tengah kosong setelah Jenderal Sutarman diangkat menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Timur Pradopo.
Baca berita:
Jadi Kapolri, ini 2 PR utama Sutarman dalam 100 hari
Menurut Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Dirtipikor ini harus mampu memberantas kasus korupsi khususnya di internal korps baju coklat tersebut.
"Dirtipikor agar bekerja maksimal dalam memberantas kasus-kasus korupsi, dengan fokus utama 100 hari kerjanya menuntaskan kasus-kasus korupsi di internal Polri," kata Neta melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (30/10/2013).
Neta berpendapat, beberapa kasus yang harus dituntaskan Polri adalah dugaan korupsi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) serta dugaan kasus korupsi di internal Polri lainnya.
"Antara lain kasus korupsi TNKB yang sudah lebih setahun mengendap di Bareskrim. Lalu mengusut dugaan keterlibatan 33 perwira Polri dalam menerima aliran dana Labora Sitorus dan menuntaskan aliran dana Gayus Tambunan," tuntasnya.
Sekadar informasi, kursi Kabareskrim kini tengah kosong setelah Jenderal Sutarman diangkat menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Timur Pradopo.
Baca berita:
Jadi Kapolri, ini 2 PR utama Sutarman dalam 100 hari
(maf)