Kapolri janji siagakan polisi untuk masyarakat

Selasa, 29 Oktober 2013 - 12:38 WIB
Kapolri janji siagakan...
Kapolri janji siagakan polisi untuk masyarakat
A A A
Sindonews.com - Kapolri Jenderal Pol Sutarman berjanji akan menghadirkan polisi di tengah masyarakat. Sehingga tercipta rasa aman agar tindak kejahatan tidak terjadi.

Mengingat belakangan ini sering terjadi tindak kejahatan di jalan umum dan masyarakat kecil yang menjadi korban. Tindak kriminal itu terjadi karena lemahnya pengawasan penegak hukum sehingga pelaku kriminal merasa bebas bertindak semaunya.

Usai menerima jabatan baru, Sutarman menegaskan untuk melakukan cipta kondisi guna menjaga kestabilan keamanan. "Kita hadirkan (polisi) di tengah masyarakat untuk menciptakan ketertiban dan tidak ada konflik sosial serta kejahatan," kata Sutarman di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (29/10/2013).

Ditegaskan dia, siapapun yang melanggar hukum wajib dikenakan sanksi. "Pelanggaran hukum harus ditindak tegas. Penegakan hukum harus ditindak tegas," ucapnya.

Menurut dia, dalam menciptakan situasi yang kondusif diperlukan kerja sama semua pihak. Hanya saja, kata dia, yang berhak melakukan tindakan adalah penegak hukum. Peran masyarakat hanya sebatas melakukan langkah preventif.

"Kalau memberi peringatan silakan. Seperti guru memberitahu murid sehingga muridnya tidak melanggar hukum, tapi masyarakat tidak boleh melakukan penindakan," tegasnya.

Jika masyarakat ikut melakukan penindakan maka akan terjadi hukum rimba. Sehingga masyarakat yang kuat yang menang. "Dan ini berbahaya kalau terjadi hukum rimba," paparnya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi III DPR RI Harry Witjaksono menuturkan, polisi harus bisa mengurangi angka kejahatan. Diakui dia, kalau diberantas sepenuhnya memang sangat sulit. Namun setidaknya, di bawah kepemimpinan Sutarman maka polisi dapat menekan angka kejahatan.
"Kejahatan sulit dberantas karena terkait lapangan pekerjaan. Jika polisi dirasakan di tengah masyarakat maka pelaku akan berpikir dua kali lipat untuk bertindak kejahatan," kata Harry.

Menurut dia, bentuk ancaman yang dirasakan langsung oleh masyarakat saat ini adalah premanisme. Pasalnya, kejahatan banyak terjadi di jalan umum ketika masyarakat berada di tempat umum. Misalnya, jalan raya atau kendaraan umum.

"Untuk merasa aman bukan hanya hak masyarakat menengah ke atas saja tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu kehadiran polisi di tengah masyarakat sangat diperlukan," tutupnya.

Ini visi & misi Sutarman menjadi Kapolri
(lal)
Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Mutasi Polri, Brigjen...
Mutasi Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Ditunjuk Jadi Kadiv Propam
Begini Suasana Pengamanan...
Begini Suasana Pengamanan Mabes Polri Pasca Penyerangan Teroris
Profil Irjen Pol Ramdani...
Profil Irjen Pol Ramdani Hidayat, Alumni Akpol 1990 yang Jabat Dankor Brimob
Berita Terkini
Jaga Kredibilitas Negara,...
Jaga Kredibilitas Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Korupsi MBG
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved