Deadline kekuasaan, SBY diminta segera selesaikan PR bangsa
Minggu, 27 Oktober 2013 - 16:37 WIB
Deadline kekuasaan, SBY diminta segera selesaikan PR bangsa
A
A
A
Sindonews.com - Dalam hitungan normal, masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berakhir kurang dari setahun lagi. Namun, waktu sisa tersebut ternyata tak dimanfaatkan SBY untuk berkonsentrasi membenahi persoalan bangsa.
"SBY malah makin sibuk dengan urusan diri, keluarga dan Partainya. Bukannya mendedikasikan seluruh waktu, tenaga dan pikiran agar dalam rentang waktu yang makin singkat ini," ujar Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Minggu (27/10/2013).
Menurut Ray, harusnya SBY mampu memaksimalkan waktu yang sedikit ini untuk memperjelas visi pembangunan dan kesejahteraan rakyat ketimbang sibuk mengurusi masalah partai yang terus menderanya.
"Banyak hal positif yang kiranya kelak menjadi warisan dirinya bagi bangsa ini," ucap Ray.
Dikatakan Ray, semakin sering Presiden SBY sibuk mengklarifikasi persoalan yang mendera keluarga dan partai Demokrat, maka waktu satu tahun tersebut bakal tak berarti apa-apa. Bahkan, pada tingkat tertentu komentarnya bisa mendatangkan perpecahan bangsa.
Dilanjutkan Ray, yang menjadi persoalan kenapa SBY akhirnya hilang kosentrasi untuk mengurus bangsa, karena SBY sendiri sekarang menjabat dua Presiden dan ketua partai. Sehingga, konsentrasi tersebut pasti bakal terbelah. Apalagi, dalam kondisi krisis dimana kader partainya banyak bermasalah.
"SBY sebaiknya fokus mengelola bangsa dengan waktu yang makin menipis," tutup Ray.
"SBY malah makin sibuk dengan urusan diri, keluarga dan Partainya. Bukannya mendedikasikan seluruh waktu, tenaga dan pikiran agar dalam rentang waktu yang makin singkat ini," ujar Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Minggu (27/10/2013).
Menurut Ray, harusnya SBY mampu memaksimalkan waktu yang sedikit ini untuk memperjelas visi pembangunan dan kesejahteraan rakyat ketimbang sibuk mengurusi masalah partai yang terus menderanya.
"Banyak hal positif yang kiranya kelak menjadi warisan dirinya bagi bangsa ini," ucap Ray.
Dikatakan Ray, semakin sering Presiden SBY sibuk mengklarifikasi persoalan yang mendera keluarga dan partai Demokrat, maka waktu satu tahun tersebut bakal tak berarti apa-apa. Bahkan, pada tingkat tertentu komentarnya bisa mendatangkan perpecahan bangsa.
Dilanjutkan Ray, yang menjadi persoalan kenapa SBY akhirnya hilang kosentrasi untuk mengurus bangsa, karena SBY sendiri sekarang menjabat dua Presiden dan ketua partai. Sehingga, konsentrasi tersebut pasti bakal terbelah. Apalagi, dalam kondisi krisis dimana kader partainya banyak bermasalah.
"SBY sebaiknya fokus mengelola bangsa dengan waktu yang makin menipis," tutup Ray.
(rsa)