Ditelanjangi media, Hanura minta SBY introspeksi Diri
Sabtu, 26 Oktober 2013 - 19:22 WIB
Ditelanjangi media, Hanura minta SBY introspeksi Diri
A
A
A
Sindonews.com - Kekesalan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terhadap media yang dinilainya telah memperolok dan menjadikan Partai Demokrat sebagai sasaran pemberitaan mendapat kritikan.
Seperti diketahui, kekesalan SBY demikian diperlihatkannya saat membuka acara temu kader nasional Partai Demokrat, di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, hari ini.
Menurut politikus Partai Hanura Arya Sinulingga, tak sepatutnya SBY bersikap demikian. "Media kan menulis apa yang ada. Tidak mungkin media menulis sesuatu yang bukan fakta," kata Arya Sinulingga, usai acara Redbons Discussion bertajuk 'Mencari parpol bersih' di Cheese Cake Factory, Cikini, Jakarta, Sabtu (26/10/2013).
Semestinya, menurut dia, SBY introspeksi diri, mengapa media belakangan ini sering mengkritik dirinya dan Partai Demokrat.
Sebab, kata dia, semua tahu Pemilu 2004 dan 2009, SBY menjadi 'media darling'. "Saya rasa Pak SBY bisa belajar lah. Dulu dia sangat media darling, mengapa sekarang tidak. Seharusnya belajar dari situ saja. Kenapa ketika jadi media darling, beliau tidak banyak mengatakan media terlalu memuji saya. Kan lucu juga. Kan aneh," ungkapnya.
Sebab, jika SBY dan Partai Demokrat dikritik, berarti ada yang salah dalam perilaku partainya maupun pemerintahannya.
"Jadi, tidak bisa juga beliau menyalahkan media. Karena media hanya menulis apa yang menjadi fakta. Kalau faktanya menyesatkan, mereka berhak melaporkan ke dewan pers. Negara kita punya sistem. Kalau memang tidak sepakat atau merasa dizalimi, silahkan ke dewan pers. Bukan mengatakan dizalimi. Itu kan lucu," pungkasnya.
Baca juga SBY ngaku "ditelanjangi".
Seperti diketahui, kekesalan SBY demikian diperlihatkannya saat membuka acara temu kader nasional Partai Demokrat, di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, hari ini.
Menurut politikus Partai Hanura Arya Sinulingga, tak sepatutnya SBY bersikap demikian. "Media kan menulis apa yang ada. Tidak mungkin media menulis sesuatu yang bukan fakta," kata Arya Sinulingga, usai acara Redbons Discussion bertajuk 'Mencari parpol bersih' di Cheese Cake Factory, Cikini, Jakarta, Sabtu (26/10/2013).
Semestinya, menurut dia, SBY introspeksi diri, mengapa media belakangan ini sering mengkritik dirinya dan Partai Demokrat.
Sebab, kata dia, semua tahu Pemilu 2004 dan 2009, SBY menjadi 'media darling'. "Saya rasa Pak SBY bisa belajar lah. Dulu dia sangat media darling, mengapa sekarang tidak. Seharusnya belajar dari situ saja. Kenapa ketika jadi media darling, beliau tidak banyak mengatakan media terlalu memuji saya. Kan lucu juga. Kan aneh," ungkapnya.
Sebab, jika SBY dan Partai Demokrat dikritik, berarti ada yang salah dalam perilaku partainya maupun pemerintahannya.
"Jadi, tidak bisa juga beliau menyalahkan media. Karena media hanya menulis apa yang menjadi fakta. Kalau faktanya menyesatkan, mereka berhak melaporkan ke dewan pers. Negara kita punya sistem. Kalau memang tidak sepakat atau merasa dizalimi, silahkan ke dewan pers. Bukan mengatakan dizalimi. Itu kan lucu," pungkasnya.
Baca juga SBY ngaku "ditelanjangi".
(stb)