Era Sutarman, diharapkan Polri vs KPK tak terulang

Jum'at, 25 Oktober 2013 - 18:01 WIB
Era Sutarman, diharapkan...
Era Sutarman, diharapkan Polri vs KPK tak terulang
A A A
Sindonews.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru dilantik, Komjen Pol Sutarman diharapkan, bisa bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pemberantasan korupsi.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan, tak ingin mengungkit kembali masalah perseteruan antara KPK dengan Polri yang pernah terjadi saat menangani kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri.

"Enggak usahlah kita kembali ke belakang, yang jelas kita ingin melihat ke depan, supaya bisa bekerja sama. Kalau tidak ada kerja sama, tidak ada sinergitas, akan sulit memberantas korupsi," kata Samad di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2013).

Lebih lanjut dia menjelaskan, secara pribadi dirinya tidak ada masalah dengan Sutarman. "Secara pribadi enggak ada masalah. Kita berharap bahwa kejadian-kejadian di masa lalu tidak akan berulang," pungkasnya.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri saat dipimpin Sutarman pernah terlibat perseteruan dengan KPK saat menangani kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri.

Saat itu, KPK melakukan penggeledahan di Korlantas pada akhir Juli lalu. Komjen Pol Sutarman saat itu menjabat Kabareskrim Polri saat itu mengatakan bahwa Kepolisian lebih dahulu yang menangani penyelidikan kasus Simulator, dan menyatakan KPK telah melanggar Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya telah disepakati.

Sutarman saat itu menyatakan bahwa KPK bisa dikenakan Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), karena menghalang-halangi penyelidikan. Polri pun menarik 20 penyidiknya yang bertugas di KPK.

Saat itu, Polri mengaku telah memulai penyidikan kasus dugaan korupsi simulator Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sejak 1 Agustus 2012.

Polemik pun semakin memanas saat petugas Polda Bengkulu dibantu Polda Metro Jaya mendatangi Gedung KPK untuk menangkap penyidik KPK asal Polri, Novel Baswedan. Novel, yang menjadi Wakil Ketua Satgas Tim Kasus Simulator, dijadikan tersangka kasus dugaan penganiayaan besar saat bertugas sebagai Kasat Reskrim Polda Bengkulu tahun 2004.

Upaya penangkapan Novel dinilai berbagai kalangan sarat kepentingan karena bersamaan dengan penanganan kasus simulator.

Baca berita terkait, Sutarman resmi dilantik sebagai Kapolri.
(maf)
Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Mutasi Polri, Brigjen...
Mutasi Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Ditunjuk Jadi Kadiv Propam
Begini Suasana Pengamanan...
Begini Suasana Pengamanan Mabes Polri Pasca Penyerangan Teroris
Profil Irjen Pol Ramdani...
Profil Irjen Pol Ramdani Hidayat, Alumni Akpol 1990 yang Jabat Dankor Brimob
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved