Pimpinan KPU jangan ulangi 'politik balas budi'

Rabu, 23 Oktober 2013 - 09:57 WIB
Pimpinan KPU jangan...
Pimpinan KPU jangan ulangi 'politik balas budi'
A A A
Sindonews.com - Hak memilih dan dipilih merupakan hak asasi bagi semua warga negara Indonesia yang diatur dalam undang-undang. Tetapi keberadaan pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akhirnya terjun ke dunia politik pasca pemilu dinilai mengurangi tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

Demikian dikatakan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daniel Zuchron, menyikapi kasus beberapa pimpinan KPU yang masuk menjadi pengurus dan kader parpol. Menurutnya, hal tersebut bisa dikatakan 'politik balas budi', sebagai bentuk ucapan terima kasih parpol kepada penyelenggara pemilu itu.

"Ada apa sebenarnya dengan KPU? Apa ada semacam politik balas budi," ujar Daniel, kepada Sindonews, Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Menurutya, setidaknya sudah terjadi dua kali pimpinan komisioner akhirnya masuk menjadi pengurus partai, Yakni Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Adi Nurpati, yang bergabung ke dalam Partai Demokrat. Bahkan, sebagian dari mereka menempati posisi central di pengurus partai serta memilih partai pemenang sebagai kendaraan politiknya.

"Mantan anggota KPU ditarik ke partai pemenang atau penguasa ada Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati," ungkapnya.

Daniel menambahkan, sekalipun tak diatur dalam undang-undang, lebih baik mantan penyelenggara pemilu hendaknya menghindari 'politik balas budi' atau kata lain jangan mengulangi hal yang sama untuk menjaga independensi dan kewibawaan KPU dikemudian hari.

"Tidak ada hak kita melarang orang. Ini berlaku juga di kita (Bawaslu)," tutupnya.

Baca juga berita: Pemilu 2014, pemilu yang krusial
(lal)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Bupati dan Sekda Kuansing...
Bupati dan Sekda Kuansing Kenakan Rompi Oranye usai Serahkan Diri ke KPK
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Kapolri Akui Polri Belum...
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Janji Terima Semua Kritik dan Masukan
Kepercayaan Publik pada...
Kepercayaan Publik pada Polri Meningkat, Bukti Reformasi Institusi Berjalan
Bonatua Ungkap Alasan...
Bonatua Ungkap Alasan Gugat Penyelenggara Pemilu hingga UGM terkait Legalisir Ijazah Jokowi
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved