Pembubaran Ormas PPI melanggar HAM

Selasa, 22 Oktober 2013 - 08:06 WIB
Pembubaran Ormas PPI...
Pembubaran Ormas PPI melanggar HAM
A A A
Sindonews.com - Keinginan Partai Demokrat untuk membubarkan organisasi masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), rupanya mendapatkan beragam komentar.

Menurut pengamat politik LIPI Prof. Dr. R. Siti Zuhro, MA, demokrasi memberikan kebebasan berserikat dan berpendapat. Dalam konteks berserikat, adalah bebas mendirikan partai politik (parpol) dan organisasi masyarakat (ormas).

"Selama parpol dan ormas tidak mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak makar, maka tidak perlu dibubarkan oleh pemerintah," kata Siti Zuhro kepada Sindonews, Senin, 21 Oktober 2013.

Peneliti senior LIPI ini menjelaskan, manusia adalah mahkluk sosial. Sejak kecil, manusia sudah belajar untuk berorganisasi. Organisasi terkecil, kata Siti Zuhro, adalah keluarga, RT dan RW.

"Terkait dengan adanya rencana pembubaran Ormas PPI jelas tidak boleh, karena melanggar HAM," tegas penulis buku Konflik dan Kerjasama Antar Daerah ini.

Dia menilai, sosok Anas Urbaningrum pasti memiliki payung hukum dalam pendirian ormas. Ormas PPI juga pastinya, memiliki ideologi yang tidak mengancam NKRI.

"Jika sosok Anas sebagai pendiri Ormas PPI yang kebetulan bermasalah dengan hukum, maka biarkan hukum itu berjalan," katanya.

Artinya, lanjut Siti Zuhro, sosok pribadi Anas tidak boleh dikaitkan dengan ormas yang dibentuk olehnya. Karena dalam berogranisasi tidak ada ancaman, namun yang ada adalah kompetisi.

"Benturan terjadi diibaratkan seperti tutup botol yang disumbat. Artinya tidak perlu dilakukan pembubaran terhadap Ormas PPI, tapi Demokrat cukup melakukan kompetisi yang lebih sehat, bersih dan beradab," imbuhnya.

Baca juga kesal Demokrat sarankan Ormas PPI ditutup.
(stb)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
Infografis
Netralitas Jokowi Dipertanyakan...
Netralitas Jokowi Dipertanyakan di Sidang Komite HAM PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved