Kejagung bingung tangkap Alexia

Sabtu, 19 Oktober 2013 - 05:30 WIB
Kejagung bingung tangkap...
Kejagung bingung tangkap Alexia
A A A
Sindonews.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) sampai saat ini masih belum juga memanggil Alexia Tirtawidjaja, salah satu tersangka dari tujuh orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Menurut Jaksa Agung, Basrief Arief pihak Kejagung mengalami kesulitan untuk menghadirkan Alexia Tirtawidjaja karena saat ini, Alexia sedang berada di luar negeri.

"Ya inilah konsekuensinya, karena yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Jadi saya kira nanti Jampidsus akan melakukan pemanggilan kembali. Bagaimana nanti dia akan merespons panggilan tersebut," kata Basrief di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2013).

Selain itu, Basrief juga mengatakan bahwa pihak Kejagung akan melakukan langkah-langkah strategis untuk menghadirkan Alexia.

"Tentunya nanti akan kita pikirkan tindakan selanjutnya karena yang lain sudah, Ini kan tinggal dia (Alexia) saja. Kira-kira begitu," pungkas Basrief.

Untuk diketahui, dalam perkara proyek bioremediasi tersebut, pihak Kejagung telah menjerat tujuh orang tersangka yakni Bachtiar Abdul Fatah, Endah Rumbianti, Widodo, Kukuh Kertasafari, Ricksy Prematuri, Herlan, dan Alexia Tirtawidjaja.

Lalu untuk tersangka Endah, Widodo, Kukuh, Ricksy, Herlan, dan Bachtiar telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor dalam perkara proyek bioremediasi.

Sementara itu, satu tersangka lainnya yakni Alexia Tirtawidjaja yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejagung sejak tahun 2011, masih belum menjalani pemeriksaan apapun hingga saat ini. Karena menurut pihak Kejagung, Alexia tengah menemani suaminya yang sedang sakit keras di Amerika Serikat (AS).

Namun, beredar kabar bahwa Alexia Tirtawidjaja ternyata bukanlah sedang mengurusi suaminya yang sedang sakit di AS, tetapi sedang bekerja di Kantor Pusat Chevron yang berada di AS karena Alexia Tirtawidjaja telah mendapatkan promosi dan dipindahkan dari Indonesia ke AS.
(lal)
Berita Terkait
Pertamina Siap Sambut...
Pertamina Siap Sambut Pekerja Chevron Pacific Indonesia
Mengintip Penerapan...
Mengintip Penerapan Digitalisasi di Dalam Chevron Pacific Indonesia
Blok Rokan Kembali ke...
Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Presiden Nilai Pertamina Mampu Kelolanya
Perkuat Strategi Bisnis,...
Perkuat Strategi Bisnis, Pertamina Siapkan Alih Kelola Blok Rokan
Dipelototi Pemerintah...
Dipelototi Pemerintah dan DPR, Ini Perkembangan Alih Kelola Blok Rokan
Kolaborasi Perusahaan...
Kolaborasi Perusahaan Migas dan Pemprov Ini, Mampu Menjaga Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
Hamas Tangkap Warga...
Hamas Tangkap Warga Palestina yang Jadi Mata-mata Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved