Marwan nilai politik dinasti melanggar kepatutan berpolitik

Kamis, 17 Oktober 2013 - 03:48 WIB
Marwan nilai politik...
Marwan nilai politik dinasti melanggar kepatutan berpolitik
A A A
Sindonews.com - Dalam beberapa pekan terakhir, politik nasional diramaikan oleh perdebatan tentang sah tidaknya atau patut tidaknya politik dinasti. Bahkan ada dua partai politik yang saling serang, saling sindir, saling ejek dan sekaligus saling membuka keberadaan apa yang disebut sebagai politik dinasti.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja'far. Menurutnya, pro dan kontra mengenai politik dinasti saat ini sedang menjadi pembahasan.

"Ada yang menganggap politik dinasti bukanlah larangan, asal melalui proses dan kaderisasi yang normal, terlebih merupakan hak setiap manusia untuk berpolitik," katanya, kepada Sindonews, Rabu, 16 Oktober 2013.

Mengenai isu tersebut, Marwan memiliki penilaian, meskipun berpolitik merupakan hak asasi setiap orang, politik dinasti sangat tidak baik bagi penyegaran demokrasi dan tidak baik pula untuk regenerasi politik.

"Meritokrasi politik tentu juga mengalami hambatan, karena mengesampingkan hak politik orang lain atau kader tertentu yang lebih layak dan berprestasi dengan mendahulukan keluarga besar, untuk menduduki jabatan atau dicalonkan untuk menduduki jabatan tertentu," ungkapnya.

Terlebih, prosesnya tanpa melalui kaderisasi, dedikasi dan asal comot saja mumpung masih keluarga," sambungnya.

Selain itu, lanjutnya, politik dinasti akan menumbuhkan oligarki politik serta tidak sehat bagi upaya regenerasi kepemimpinan politik. Kekuasaan hanya dikuasai oleh beberapa orang yang berasal dari satu keluarga, tanpa memberikan ruang kepada pihak lain untuk ikut berpartisipasi.

"Pergantian kekuasaan hanya akan diberikan kepada anggota keluarga dan menyingkirkan orang lain, tanpa melalui proses yang fair dan bijaksana," katanya.

Marwan mengatakan, politik dinasti akan berdampak buruk bagi akuntabilitas birokrasi dan pemerintahan, karena cenderung serakah dan tak jarang melakukan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).

"Pemerintahan lebih berorientasi mencari keuntungan untuk keluarga, bukan demi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat," katanya.

Untuk itu, kata Marwan, politik dinasti harus dibatasi. Jangan sampai terulang terus di kemudian hari. Meskipun, semua warga negara punya hak yang sama untuk berpolitik. "Ini semata-mata demi kepatutan politik yang sehat dan dinamis," jelasnya.

Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
Politik Dinasti Dikhawatirkan...
Politik Dinasti Dikhawatirkan Bawa Reformasi ke Titik Nol
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Mimbar Bebas Selamatkan...
Mimbar Bebas Selamatkan Demokrasi
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved