Pemerintah klaim jumlah tuna aksara turun

Rabu, 16 Oktober 2013 - 21:10 WIB
Pemerintah klaim jumlah...
Pemerintah klaim jumlah tuna aksara turun
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menyatakan jumlah tuna aksara di Indonesia turun. Targetnya bahkan melampaui target Konferensi Dakar 2004 lalu yang mencanangkan penurunan 15,4 juta namun faktanya turun 6,4 juta pada 2013.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI) Lyrdia Freyani Hawadie mengatakan, Unesco Institute for Statistic (UIS) mencatat dari sembilan negara terpadat tuna aksara, Indonesia berhasil melangkah maju bersama Brasil, Meksiko, dan Cina.

Disparitas antar provinsi juga menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dimana hanya tersisa dua provinsi dengan persentase tuna aksara orang dewasa diatas 10 persen yakni Papua dan Papua Barat. "Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini Indonesia berhasil meningkatkan keaksaraan secara signifikan," katanya di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (16/10/2013).

Dia mengungkapkan, dari 6,4 juta penduduk tuna aksara, dua per tiga diantaranya adalah perempuan. Dalam hal ini pemerintah pun menggalakkan program keaksaraan lewat layanan pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan.

Lydia mengatakan tantangan pemberantasan buta aksara, termasuk di Papua, adalah kemarjinalan penduduk yang disebabkan oleh kemiskinan, ketakberdayaan, usia, etnisitas, gender, dan bahasa.

Jika dilihat secara global, Lydia mengungkapkan, UIS menyebutkan lebih dari 84 persen penduduk usia dewasa di dunia saat ini menyandang tuna aksara. Fakta ini menunjukkan kenaikan sebesar 8 persen sejak tahun 1990.

Dalam data per 11 September 2013 untuk memperingati Hari Aksara Internasional, sebagian besar orang dewasa tuna aksara berada di Asia Selatan, Asia Barat dan Sub Sahara Afrika. 743 juta orang diprediksi akan masih memiliki keterampilan keaksaraan yang kurang memadai pada 2015.

"Kesepakatan tingkat menteri negara anggota PBB pada 1965 ialah membebaskan warga dunia dari ketunaaksaraan," jelasnya.

Baca berita:
Penyerapan BSM masih sangat rendah
(kri)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved