Istana: Respons SBY atas kesaksian Luthfi tak lebay

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 15:56 WIB
Istana: Respons SBY...
Istana: Respons SBY atas kesaksian Luthfi tak lebay
A A A
Sindonews.com - Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi tudingan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Isaaq (LHI), dinilai tidaklah berlebihan alias lebay.

"Saya kira tidak (berlebihan)," kata Julian Aldrin Pasha, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2013).

Dia menuturkan, maksud penjelasan Presiden SBY pada Kamis 10 Oktober 2013 malam di Halim Perdanakusuma, hanya meluruskan tudingan dari LHI, agar masyarakat mengetahui hal yang sebenarnya.

"Itu kan kalau benar atau masyarakat berasumsi benar reshuffle kabinet juga melibatkan orang lain di luar yang ada di dalam pemerintahan, yaitu di luar Wapres (Wakil Presiden) dan Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara)," ucapnya.

"Bisa dibayangkan tidak benarnya pemerintahan ini dijalankan. Itu bisa saja orang menganggap ada proses transaksional di sana. Ini yang harus dicegah ya pemikiran atau pemahaman yang harus dicegah, tentu harus diluruskan," imbuhnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, sikap dan tanggapan Presiden SBY yang cenderung emosional terhadap kesaksian Luthfi Hasan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dinilai aneh dan tidak perlu.

Hal itu dikatakan Ketua Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (F-Hanura) DPR, Sarifuddin Sudding. Menurutnya, jika SBY tidak berkenan, sebaiknya melaporkan Luthfi ke kepolisian dengan gugatan tindakan tidak menyenangkan atau fitnah.

“Tidak sepantasnya, seorang Presiden RI menanggapi kesaksian LHI dengan begitu reaksioner. Penggunaan kata ribuan persen cenderung melebih-lebihkan,” kata Sarifuddin lewat rilisnya kepada Sindonews, Jumat (11/10/2013).

Sudding yang juga anggota Komisi III DPR ini mengingatkan SBY, untuk bijak dan hati-hati dalam bersikap. Apalagi, kesaksian LHI tidak menyinggung secara personal melainkan terkait posisi SBY sebagai presiden.

Sebelumnya juga, Presiden SBY rupanya gerah namanya dibawa-bawa dalam persidangan kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi. "Dia (Bunda Putri) sangat tahu kebijakan reshuffle, 2.000 persen bohong," kata SBY saat konferensi pers di Base Ops TNI Angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis malam.

Simak berita terkait, PKS desak KPK ungkap sosok Bunda Putri.
(maf)
Berita Terkait
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
Menimbang Ulang Impor...
Menimbang Ulang Impor Daging Kerbau
Pemerintah Janji Tinjau...
Pemerintah Janji Tinjau Ulang Kuota Impor Daging Sapi
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
7 Negara Pengekspor...
7 Negara Pengekspor Daging Terbesar ke Indonesia, yang Terakhir: Percaya Enggak Percaya!
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved