Suswono bawa-bawa nama Boediono di sidang LHI
Kamis, 03 Oktober 2013 - 14:28 WIB
Suswono bawa-bawa nama Boediono di sidang LHI
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui anggota Majelis Syuro PKS Suswono menyerang secara tidak langsung Wakil Presiden Boediono dalam sidang lanjutan terdakwa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).
Hal itu berawal dari pertanyaan Anggota Majelis Hakim Nawawi Pomolango soal identitas Bunda Puteri. Suswono menyebutkan, dirinya pernah ketemu dengan Bunda Puteri di Kalimantan.
"Siapa itu Bunda Putri?," tanya hakim Nawawi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (3/10/2013). "Dia pelaku usaha. Nama sebenarnya, saya tidak mengenal persis," jawab Suswono.
Menteri Pertanian ini menuturkan, Bunda Putri memperkenalkan diri sebagai orang yang berasal dari Cilimus, Kuningan, Jawa Barat. "Karena saya tidak terlalu banyak berkomunikasi," tutur Suswono.
Hakim Nawawi kemudian menanyakan soal kunjungan Suswono ke rumah Bunda Putri. "Pernah ke rumah berbicara larut?."
Suswono tak bisa mengelak. Dia membenarkan pernah ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah. Tapi dia mengklaim tidak sering. "Dalam beberapa event ada," ujarnya.
Tak berapa lama kemudian, Suswono yang masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Wakil Presiden Boediono ini malah menyerang secara tidak langsung Boediono.
"Seingat saya, saya dari luar kota. Waktunya beliau (bunda puteri) paginya mau ke luar kota, sementara saya butuh informasi cepat terkait info seseorang yang memperkenalkan dirjen saya orang itu mengaku adiknya Wapres (Wakil Presiden) Boediono," beber Suswono.
Dia menjelaskan, dalam pertemuan di Kalimantan dengan Bunda Putri, sang pengusaha itu membawa serta adik ipar Boediono. "Seingat saya adiknya Pak Boediono. Saya teringat itu, saya kejar. Itu saja," tandasnya.
Sebenarnya, penyebutan nama-nama orang yang dekat dengan Cikeas dan pemangku kekuasaan bukan kali ini saja di sidang kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Sebelumnya, Ridwan Hakim, anak kandung Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, menyebutkan nama-nama Bunda Putri. Dalam sadapan Ridwan Hakim dan Bunda Putri munculnya nama Sengman (Sengman Tjahja) utusan Presiden SBY dan Dipo. Dipo yang diduga adalah Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Hal itu berawal dari pertanyaan Anggota Majelis Hakim Nawawi Pomolango soal identitas Bunda Puteri. Suswono menyebutkan, dirinya pernah ketemu dengan Bunda Puteri di Kalimantan.
"Siapa itu Bunda Putri?," tanya hakim Nawawi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (3/10/2013). "Dia pelaku usaha. Nama sebenarnya, saya tidak mengenal persis," jawab Suswono.
Menteri Pertanian ini menuturkan, Bunda Putri memperkenalkan diri sebagai orang yang berasal dari Cilimus, Kuningan, Jawa Barat. "Karena saya tidak terlalu banyak berkomunikasi," tutur Suswono.
Hakim Nawawi kemudian menanyakan soal kunjungan Suswono ke rumah Bunda Putri. "Pernah ke rumah berbicara larut?."
Suswono tak bisa mengelak. Dia membenarkan pernah ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah. Tapi dia mengklaim tidak sering. "Dalam beberapa event ada," ujarnya.
Tak berapa lama kemudian, Suswono yang masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Wakil Presiden Boediono ini malah menyerang secara tidak langsung Boediono.
"Seingat saya, saya dari luar kota. Waktunya beliau (bunda puteri) paginya mau ke luar kota, sementara saya butuh informasi cepat terkait info seseorang yang memperkenalkan dirjen saya orang itu mengaku adiknya Wapres (Wakil Presiden) Boediono," beber Suswono.
Dia menjelaskan, dalam pertemuan di Kalimantan dengan Bunda Putri, sang pengusaha itu membawa serta adik ipar Boediono. "Seingat saya adiknya Pak Boediono. Saya teringat itu, saya kejar. Itu saja," tandasnya.
Sebenarnya, penyebutan nama-nama orang yang dekat dengan Cikeas dan pemangku kekuasaan bukan kali ini saja di sidang kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Sebelumnya, Ridwan Hakim, anak kandung Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, menyebutkan nama-nama Bunda Putri. Dalam sadapan Ridwan Hakim dan Bunda Putri munculnya nama Sengman (Sengman Tjahja) utusan Presiden SBY dan Dipo. Dipo yang diduga adalah Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
(kri)