Cara pemerintah tekan penyakit akibat rokok

Kamis, 03 Oktober 2013 - 14:18 WIB
Cara pemerintah tekan...
Cara pemerintah tekan penyakit akibat rokok
A A A
Sindonews.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi mengatakan, saat ini perluasan deteksi dini baru dilaksanakan di 500 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dari 9.500 puskesmas, kepada 140 kabupaten di 31 provinsi.

Menurutnya, penyakit akibat rokok akan ditekan dengan sejumlah pelatihan, sebanyak 202 yang terdiri dari dokter spesialis obstetri ginekologi, dokter spesialis bedah onkologi, dokter spesialis bedah dan dokter umum serta bidan.

“Setiap daerah mempunyai risiko dan prevalensi yang berbeda. Untuk itu layanan IVA (Insfeksi Visual Asam Asetat) yang bisa didapatkan di puskemas ini bisa menjangkau lebih luas,” kata Nafsiah, di Gedung Kemenkes, Kamis (3/10/2013).

Menkes memaparkan, pemerintah mengupayakan agar penyakit kanker dapat dimasukan ke dalam pengobatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) 2014 mendatang. Namun, menurutnya, hal ini masih dalam pembahasan.

"Untuk pengobatan BPJS nanti pemerintah memberikan biaya untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak Rp39,9 triliun, selain itu iuran dari Asuransi Kesehatan (Askes), TNI dan Polri sebesar Rp40 triliun, serta iuran dari pekerja dan iuran masyarakat umum," ucapnya.

Untuk itu, pemerintah masih berupaya agar dapat memproduksi vaksin Human Vaksinasi Papilomavirus (HVP) dan kanker payudara, agar mempermudah masyarakat dalam segi biaya yang saat ini relatif mahal.

“Selama ini pengobatan yang diberikan belum cukup. Harga vaksin juga sangat mahal. Maka lebih baik kita lakukan pencegahan deteksi dini lebih kencang,” ujarnya.

Baca juga berita terkait, terlalu banyak kerugian akibat rokok.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved