Anies klaim Konvensi Demokrat sudah benar
Minggu, 29 September 2013 - 07:02 WIB
Anies klaim Konvensi Demokrat sudah benar
A
A
A
Sindonews.com - Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, salah satu peserta Konvensi Partai Demokrat memberi alasan ikut dalam konvensi partai yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kenapa memilih Demokrat? Bukankah cara konvensi cara yang benar? Kalau menurut saya cara yang benar," kata Anies dalam acara IDEAFEST2013 di JCC, Sabtu (28/9/2013).
Meski Partai Demokrat tengah dirundung sejumlah masalah korupsi, Anies memuji mekanisme konvensi yang diselenggarakan Partai Demokrat.
"Konvensinya benar enggak? Benar. Lebih baik orang itu dinilai, daripada calon ditentukan ketua partainya sendiri, apalagi ada calonnya ditentukan oleh donor terbesarnya partai itu. Secara prinsip ini sudah benar, cuma penyelenggaranya yang sedang bermasalah," terangnya.
Setelah ikut menjadi peserta konvensi Capres Partai Demokrat, kritikan tajam dari semua pihak diterima oleh Anies Baswedan. "Gara-gara ikut konvensi ini, saya pulang kampung ke Jogja saya dimarahi orang tua di sana," ungkap Anies.
Orang tuanya itu, kata Anies, menentangnya untuk segera menghentikan kontrak karya pertambangan dengan perusahaan migas asing, dan mengembalikan UUD 1945 jika menang dalam konvensi.
Anies pun tidak sependapat dengan orang tua yang mengritiknya. "Terus saya katakan my biggest dream itu bukan perubahan, my biggest dream adalah anak lahir di Jakarta dan anak lahir di daerah lain di Indonesia. Dimanapun mereka lahir, punya kesempatan untuk kesejahteraan yang sama di seluruh Indonesia," pungkasnya.
Klik di sini untuk berita Anies Baswedan dengan konvensinya.
"Kenapa memilih Demokrat? Bukankah cara konvensi cara yang benar? Kalau menurut saya cara yang benar," kata Anies dalam acara IDEAFEST2013 di JCC, Sabtu (28/9/2013).
Meski Partai Demokrat tengah dirundung sejumlah masalah korupsi, Anies memuji mekanisme konvensi yang diselenggarakan Partai Demokrat.
"Konvensinya benar enggak? Benar. Lebih baik orang itu dinilai, daripada calon ditentukan ketua partainya sendiri, apalagi ada calonnya ditentukan oleh donor terbesarnya partai itu. Secara prinsip ini sudah benar, cuma penyelenggaranya yang sedang bermasalah," terangnya.
Setelah ikut menjadi peserta konvensi Capres Partai Demokrat, kritikan tajam dari semua pihak diterima oleh Anies Baswedan. "Gara-gara ikut konvensi ini, saya pulang kampung ke Jogja saya dimarahi orang tua di sana," ungkap Anies.
Orang tuanya itu, kata Anies, menentangnya untuk segera menghentikan kontrak karya pertambangan dengan perusahaan migas asing, dan mengembalikan UUD 1945 jika menang dalam konvensi.
Anies pun tidak sependapat dengan orang tua yang mengritiknya. "Terus saya katakan my biggest dream itu bukan perubahan, my biggest dream adalah anak lahir di Jakarta dan anak lahir di daerah lain di Indonesia. Dimanapun mereka lahir, punya kesempatan untuk kesejahteraan yang sama di seluruh Indonesia," pungkasnya.
Klik di sini untuk berita Anies Baswedan dengan konvensinya.
(stb)