Imparsial: SBY jangan gantung proses pergantian Kapolri
Kamis, 26 September 2013 - 17:50 WIB
Imparsial: SBY jangan gantung proses pergantian Kapolri
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didesak untuk segera memberi kepastian mengenai proses pergantian Kapolri.
"Presiden SBY jangan menggantung proses pergantian Kapolri," ujar Peneliti Imparsial Al Araf, dalam sebuah diskusi dengan tema 'Pergantian Kapolri dan Agenda Politik Menjelang Pemilu 2014' di Galeri cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013).
Maka dari itu, Presiden SBY diminta segera mempercepat pergantian Kapolri. Agar bisa mempersiapkan diri dan melakukan konsolidasi menghadapi Pemilu 2014.
"Pergantian Kapolri harus dipercepat. Agar Kapolri yang baru. Nanti punya waktu untuk melakukan konsolidasi menghadapi Pemilu 2014," katanya.
Seperti diketahui, hingga saat ini Presiden SBY belum mengirim surat soal pergantian Kapolri Jenderal Timur Pradopo ke DPR RI. Padahal, pihak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengklaim sudah mengajukan sebelas nama calon pengganti Kapolri ke Presiden SBY.
Sebelas nama tersebut adalah Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Sutarman, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar, Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) Komjen Budi Gunawan dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Irjen Badrodin Haiti.
Sementara di jajaran jenderal bintang dua, yakni Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Putut Eko Bayu Seno, Kadiv TI Irjen Tubagus Anis Angkawijaya, Wakabareskrim Polri Irjen Anas Yusuf, Kapolda Bali Irjen Arif Wachjunadi, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Saud Nasution, Kakorlantas Polri Irjen Pudji Hartanto dan Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Anton Setiadi.
"Presiden SBY jangan menggantung proses pergantian Kapolri," ujar Peneliti Imparsial Al Araf, dalam sebuah diskusi dengan tema 'Pergantian Kapolri dan Agenda Politik Menjelang Pemilu 2014' di Galeri cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013).
Maka dari itu, Presiden SBY diminta segera mempercepat pergantian Kapolri. Agar bisa mempersiapkan diri dan melakukan konsolidasi menghadapi Pemilu 2014.
"Pergantian Kapolri harus dipercepat. Agar Kapolri yang baru. Nanti punya waktu untuk melakukan konsolidasi menghadapi Pemilu 2014," katanya.
Seperti diketahui, hingga saat ini Presiden SBY belum mengirim surat soal pergantian Kapolri Jenderal Timur Pradopo ke DPR RI. Padahal, pihak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengklaim sudah mengajukan sebelas nama calon pengganti Kapolri ke Presiden SBY.
Sebelas nama tersebut adalah Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Sutarman, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar, Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) Komjen Budi Gunawan dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Irjen Badrodin Haiti.
Sementara di jajaran jenderal bintang dua, yakni Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Putut Eko Bayu Seno, Kadiv TI Irjen Tubagus Anis Angkawijaya, Wakabareskrim Polri Irjen Anas Yusuf, Kapolda Bali Irjen Arif Wachjunadi, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Saud Nasution, Kakorlantas Polri Irjen Pudji Hartanto dan Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Anton Setiadi.
(kri)