Pengusaha sebut anak LHI bisa amankan proyek
Kamis, 26 September 2013 - 17:46 WIB
Pengusaha sebut anak LHI bisa amankan proyek
A
A
A
Sindonews.com - Direktur PT Intim Perkasa, Andi Pakurimba Sose menegaskan pencantuman nama putra Luthfi Hasan Ishaaq, Hudzaifah Luthfi sebagai komisaris di perusahaannya dilakukan untuk mengamankan proyek.
Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan terdakwa kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan tindak pencucian uang, Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (26/9/2013).
Bermula saat Hakim Sutiyo menanyakan nama Hudzaifah Luthfi sebagai komisaris di perusahaan yang dipimpin saksi Andi Pakurimba. Sutiyo bertanya maksud kejelasan pengamanan proyek.
"Di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), saudara katakan Hudzaifah Luthfi dicantumkan untuk mengamankan? Agar supaya investor percaya tapi keterangan terdakwa di sana untuk mengamankan proyek, untuk apa ini?" tanya Hakim Sutiyo.
"Sebenernya untuk menarik perhatian investor dan menyakinkan investor," jawab Andi.
Kurang puas dengan jawaban Andi, Hakim Sutiyo tambah mencecar saksi yang juga dikenal sebagai pengusaha itu. "Ada hubungannya dengan mengamankan karena dia anak petinggi partai?" cecar Sutiyo.
Andi pun tak dapat berkilah lagi, dia pun mengamini hal itu. "Iya yang mulia," jawab Andi.
Diketahui, PT Intim Perkasa sendiri dibentuk untuk mengamankan investor yang bergerak di bisnis perminyakan.
Saat sidang sebelumnya, anak Luthfi Hasan Ishaaq itu disebut sebagai orang yang berhasil meyakinkan pihak investor asal Korea untuk menggarap kilang minyak di Makassar. Namun, Andi tidak merinci siapa investor yang akan mengerjakan kilang minyak tersebut.
"Jadi kami bergerak di bidang perdagangan minyak industri. Dalam rencana bangun tangki timbun di Makassar mereka tawarkan investor dari Korea. Mereka itu Hudziafh, Fathanah dan Maulana Kita ketemu di Jakarta dan Kuala Lumpur," kata Andi.
Kendati memasukan sebagai Komisaris, Andi berdalih tak mengenal Huzdaifah. Beberapa waktu kemudian, kata Andi, baru diperkenalkan bahwa dia anak dari Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.
Baca juga berita Tengah malam, Fathanah gedor rumah pinjam uang miliaran
Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan terdakwa kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan tindak pencucian uang, Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (26/9/2013).
Bermula saat Hakim Sutiyo menanyakan nama Hudzaifah Luthfi sebagai komisaris di perusahaan yang dipimpin saksi Andi Pakurimba. Sutiyo bertanya maksud kejelasan pengamanan proyek.
"Di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), saudara katakan Hudzaifah Luthfi dicantumkan untuk mengamankan? Agar supaya investor percaya tapi keterangan terdakwa di sana untuk mengamankan proyek, untuk apa ini?" tanya Hakim Sutiyo.
"Sebenernya untuk menarik perhatian investor dan menyakinkan investor," jawab Andi.
Kurang puas dengan jawaban Andi, Hakim Sutiyo tambah mencecar saksi yang juga dikenal sebagai pengusaha itu. "Ada hubungannya dengan mengamankan karena dia anak petinggi partai?" cecar Sutiyo.
Andi pun tak dapat berkilah lagi, dia pun mengamini hal itu. "Iya yang mulia," jawab Andi.
Diketahui, PT Intim Perkasa sendiri dibentuk untuk mengamankan investor yang bergerak di bisnis perminyakan.
Saat sidang sebelumnya, anak Luthfi Hasan Ishaaq itu disebut sebagai orang yang berhasil meyakinkan pihak investor asal Korea untuk menggarap kilang minyak di Makassar. Namun, Andi tidak merinci siapa investor yang akan mengerjakan kilang minyak tersebut.
"Jadi kami bergerak di bidang perdagangan minyak industri. Dalam rencana bangun tangki timbun di Makassar mereka tawarkan investor dari Korea. Mereka itu Hudziafh, Fathanah dan Maulana Kita ketemu di Jakarta dan Kuala Lumpur," kata Andi.
Kendati memasukan sebagai Komisaris, Andi berdalih tak mengenal Huzdaifah. Beberapa waktu kemudian, kata Andi, baru diperkenalkan bahwa dia anak dari Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.
Baca juga berita Tengah malam, Fathanah gedor rumah pinjam uang miliaran
(kri)