KPK periksa pegawai SKK Migas & pihak swasta
Kamis, 26 September 2013 - 12:53 WIB
KPK periksa pegawai SKK Migas & pihak swasta
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan suap, di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Penyidik memeriksa Ridha Pringgo selaku staf Subdin Analisis dan Evaluasi Komersialisasi dan Kondensat SKK Migas, Kamis (26/9/2013).
Ia bakal diperiksa sebagai saksi, untuk kasus yang menjerat mantan atasannya Rudi Rubiandini. "Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka RR (Rudi Rubiandini)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi.
Selain memeriksa Ridho, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang swasta bernama Didi Setiarso. Ia bakal diperiksa dalam kaitan kasus yang sama. "Dia (Didi Setiarso) juga diperiksa sebagai saksi," ujar Priharsa.
Diduga, KPK kini tengah menelusuri motif pemberian suap dan pemberian jatah impor kondensat untuk PT Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) Indonesia, yang dipimpin Komisaris KOPL Simon Gunawan Tanjaya yang juga tersangka lain dalam kasus ini.
Diketahui, PT KOPL merupakan perusahaan dibidang minyak yang sudah mendapat jatah di Terminal Minyak Mentah dan Kondensat Senipah, Delta Mahakam, Kalimantan Timur dan Terminal Minyak Mentah Sumur Minyak Minas, Jambi dari SKK Migas.
Setidaknya hal itu terungkap dalam fakta yang dipublis data Platts Global Allert. Dalam publikasi bertajuk "Indonesia's SKK Migas Offers Senipah Condensate, Minas Crude", tercatat SKK Migas pernah menawarkan Kondesat Terminal Senipah dan minyak mentah Terminal Minas.
Data itu dihimpun langsung Platts perwakilan Singapura tertanggal 3 Juli 2013. PT KOPL mentargetkan, minyak mentah jenis Minas yang dikenal juga dengan Sumatera Light Crude (SLC), lantaran jenis minyak tersebut dikenal memiliki bobot produksi minyak terbaik di dunia.
"Penjualnya adalah regulator hulu SKK Migas Indonesia. Dengan spesifikasi dan kuantitas yakni Kondesat Senipah 250.000 barel, dan minyak mentah Minas 250.000 barel. Untuk lifting Juli 2013," demikian data Platts Global Allert.
Platts memberikan catatan bahwa sebelumnya, SKK Migas terakhir penah menjual satu kargo 300.000 barel Kondesat Senipah kepada KOPL berdasarkan harga ICP yang didasarkan nilai Kondesat Senipah. "Ditambah sekitar 5 sen/barel," tutup data tersebut.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebutkan per Juli 2013, Kondensat Senipah disenilai US$103,74 per barel.
Dalam perkara itu, penyidik KPK telah menetapkan status tersangka kepada Komisaris PT KOPL Simon Gunawan Tanjaya, dan dua tersangka lainnya yakni Rudi Rubiandini serta Devi Ardi.
Klik di sini untuk berita KPK kembali periksa bos Kernel Oil.
Penyidik memeriksa Ridha Pringgo selaku staf Subdin Analisis dan Evaluasi Komersialisasi dan Kondensat SKK Migas, Kamis (26/9/2013).
Ia bakal diperiksa sebagai saksi, untuk kasus yang menjerat mantan atasannya Rudi Rubiandini. "Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka RR (Rudi Rubiandini)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi.
Selain memeriksa Ridho, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang swasta bernama Didi Setiarso. Ia bakal diperiksa dalam kaitan kasus yang sama. "Dia (Didi Setiarso) juga diperiksa sebagai saksi," ujar Priharsa.
Diduga, KPK kini tengah menelusuri motif pemberian suap dan pemberian jatah impor kondensat untuk PT Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) Indonesia, yang dipimpin Komisaris KOPL Simon Gunawan Tanjaya yang juga tersangka lain dalam kasus ini.
Diketahui, PT KOPL merupakan perusahaan dibidang minyak yang sudah mendapat jatah di Terminal Minyak Mentah dan Kondensat Senipah, Delta Mahakam, Kalimantan Timur dan Terminal Minyak Mentah Sumur Minyak Minas, Jambi dari SKK Migas.
Setidaknya hal itu terungkap dalam fakta yang dipublis data Platts Global Allert. Dalam publikasi bertajuk "Indonesia's SKK Migas Offers Senipah Condensate, Minas Crude", tercatat SKK Migas pernah menawarkan Kondesat Terminal Senipah dan minyak mentah Terminal Minas.
Data itu dihimpun langsung Platts perwakilan Singapura tertanggal 3 Juli 2013. PT KOPL mentargetkan, minyak mentah jenis Minas yang dikenal juga dengan Sumatera Light Crude (SLC), lantaran jenis minyak tersebut dikenal memiliki bobot produksi minyak terbaik di dunia.
"Penjualnya adalah regulator hulu SKK Migas Indonesia. Dengan spesifikasi dan kuantitas yakni Kondesat Senipah 250.000 barel, dan minyak mentah Minas 250.000 barel. Untuk lifting Juli 2013," demikian data Platts Global Allert.
Platts memberikan catatan bahwa sebelumnya, SKK Migas terakhir penah menjual satu kargo 300.000 barel Kondesat Senipah kepada KOPL berdasarkan harga ICP yang didasarkan nilai Kondesat Senipah. "Ditambah sekitar 5 sen/barel," tutup data tersebut.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebutkan per Juli 2013, Kondensat Senipah disenilai US$103,74 per barel.
Dalam perkara itu, penyidik KPK telah menetapkan status tersangka kepada Komisaris PT KOPL Simon Gunawan Tanjaya, dan dua tersangka lainnya yakni Rudi Rubiandini serta Devi Ardi.
Klik di sini untuk berita KPK kembali periksa bos Kernel Oil.
(stb)