Rudi ditangkap KPK, saatnya pembersihan internal SKK Migas
Rabu, 25 September 2013 - 09:43 WIB
Rudi ditangkap KPK, saatnya pembersihan internal SKK Migas
A
A
A
Sindonews.com - Kasus dugaan suap yang melibatkan mantan Ketua Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi internal lembaga tersebut.
Evaluasi itu dimulai dengan melakukan pembersihan dari segala potensi terjadinya tindak pidana korupsi. "Kita memperbaiki kembali SKK Migas, dengan harapan ini bisa menjadi bersih," ujar praktisi Migas, Maman Abdurrahman,di Jakarta, Selasa, 24 September 2013, malam.
Menurutnya, Dewan Pengawas SKK Migas harust terdiri dari tim yang profesional dan independen. Selain itu, lanjut Maman, gaji pekerja SKK Migas perlu dinaikkan. Harapannya, sistem yang sudah bagus di internal lembaga itu bisa didukung dengan kinerja yang profesional.
"Saya harus mengatakan industri di migas lebih paling bagus sistemnya dibandingkan yang lainnya," tukasnya.
Dia menambahkan, tanpa didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang bagus, maka transparansi dan akuntabilitas di internal SKK Migas tidak akan tercapai. Persoalannya, rata-rata SDM di SKK Migas butuh biaya besar, harapannya tenaga ahli dari luar negeri bisa direkrut, dengan konsekuensi perlu gaji yang besar.
"Bukan berarti SDM di SKK migas kita jelek, namun kita bisa mendapatkan sumber daya yang lebih bagus dari itu," ucapnya.
Ikuti berita seputar kasus dugaan suap yang melibatkan mantan Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini.
Evaluasi itu dimulai dengan melakukan pembersihan dari segala potensi terjadinya tindak pidana korupsi. "Kita memperbaiki kembali SKK Migas, dengan harapan ini bisa menjadi bersih," ujar praktisi Migas, Maman Abdurrahman,di Jakarta, Selasa, 24 September 2013, malam.
Menurutnya, Dewan Pengawas SKK Migas harust terdiri dari tim yang profesional dan independen. Selain itu, lanjut Maman, gaji pekerja SKK Migas perlu dinaikkan. Harapannya, sistem yang sudah bagus di internal lembaga itu bisa didukung dengan kinerja yang profesional.
"Saya harus mengatakan industri di migas lebih paling bagus sistemnya dibandingkan yang lainnya," tukasnya.
Dia menambahkan, tanpa didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang bagus, maka transparansi dan akuntabilitas di internal SKK Migas tidak akan tercapai. Persoalannya, rata-rata SDM di SKK Migas butuh biaya besar, harapannya tenaga ahli dari luar negeri bisa direkrut, dengan konsekuensi perlu gaji yang besar.
"Bukan berarti SDM di SKK migas kita jelek, namun kita bisa mendapatkan sumber daya yang lebih bagus dari itu," ucapnya.
Ikuti berita seputar kasus dugaan suap yang melibatkan mantan Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini.
(kur)