Ini alasan Ruhut ditolak memimpin Komisi III DPR
Rabu, 25 September 2013 - 08:36 WIB
Ini alasan Ruhut ditolak memimpin Komisi III DPR
A
A
A
Sindonews.com - Penolakan terhadap Ruhut "Poltak" Sitompul menjadi Ketua Komisi III DPR, merupakan bentuk ketidak percayaan anggota Komisi III DPR dan sejumlah anggota DPR lainnya.
Hal itu diungkapkan pengamat politik Heri Budianto. Menurutnya, kompetensi dan kemampuan Ruhut dalam memimpin Komisi III DPR diragukan.
"Saya melihat penolakan yang dilakukan oleh Fraksi Hanura dan Fraksi Gerindra dan beberapa orang anggota Komisi III DPR terhadap Ruhut, lebih kepada mempertanyakan kompetensi dan kemampuannya dalam memimipin Komisi III DPR," ungkapnya kepada Sindonews, Rabu (25/9/2013).
Dia mengaku, Ruhut adalah lawyer. Namun selama masuk dalam pentas politik di Senayan, Ruhut lebih banyak out of context dari backround-nya sebagai lawyer. Ruhut, kata Heri, lebih banyak menampilkan sosok entertain karena Ruhut juga bintang sinetron. "Nah, saya melihat justru ini yang dikhawatirkan oleh para penolak Ruhut," ungkapnya.
"Saya justru melihat apa yang dilakukan oleh beberapa anggota DPR terhadap Ruhut, bukan karena tidak suka secara pribadi. Namun mereka khawatir Komisi III DPR akan kehilangan wibawa, jika dipimpin oleh Ruhut," sambungnya.
Ruhut sebaiknya introspeksi, lanjutnya, dengan adanya penolakkan ini. "Saya meragukan Ruhut dapat memimpin Komisi III DPR. Sebab apa yang sering dipertontonkan Ruhut di depan publik selama ini di DPR, merupakan cerminan. Ditambah lagi penolakan dari anggota Komisi III DPR, jelas ini akan sangat menghambat," tegasnya.
Klik di sini untuk berita Demokrat kaji ulang Ruhut.
Hal itu diungkapkan pengamat politik Heri Budianto. Menurutnya, kompetensi dan kemampuan Ruhut dalam memimpin Komisi III DPR diragukan.
"Saya melihat penolakan yang dilakukan oleh Fraksi Hanura dan Fraksi Gerindra dan beberapa orang anggota Komisi III DPR terhadap Ruhut, lebih kepada mempertanyakan kompetensi dan kemampuannya dalam memimipin Komisi III DPR," ungkapnya kepada Sindonews, Rabu (25/9/2013).
Dia mengaku, Ruhut adalah lawyer. Namun selama masuk dalam pentas politik di Senayan, Ruhut lebih banyak out of context dari backround-nya sebagai lawyer. Ruhut, kata Heri, lebih banyak menampilkan sosok entertain karena Ruhut juga bintang sinetron. "Nah, saya melihat justru ini yang dikhawatirkan oleh para penolak Ruhut," ungkapnya.
"Saya justru melihat apa yang dilakukan oleh beberapa anggota DPR terhadap Ruhut, bukan karena tidak suka secara pribadi. Namun mereka khawatir Komisi III DPR akan kehilangan wibawa, jika dipimpin oleh Ruhut," sambungnya.
Ruhut sebaiknya introspeksi, lanjutnya, dengan adanya penolakkan ini. "Saya meragukan Ruhut dapat memimpin Komisi III DPR. Sebab apa yang sering dipertontonkan Ruhut di depan publik selama ini di DPR, merupakan cerminan. Ditambah lagi penolakan dari anggota Komisi III DPR, jelas ini akan sangat menghambat," tegasnya.
Klik di sini untuk berita Demokrat kaji ulang Ruhut.
(stb)