Urakan, integritas Ruhut dipertanyakan pimpin Komisi III
Selasa, 24 September 2013 - 07:04 WIB
Urakan, integritas Ruhut dipertanyakan pimpin Komisi III
A
A
A
Sindonews.com - Hari ini, Ruhut Sitompul rencananya akan dilantik menjadi Ketua Komisi III DPR menggantikan Gede Pasek Suardika. Namun, kepastiannya akan ditentukan dalam rapat pleno yang dihadiri seluruh anggota Komisi III DPR.
Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakri, terkait penolakan Ruhut menjadi Ketua Komisi III yang menjadi persoalan bukanlah kapabilitasnya.
"Soal Ruhut jadi Ketua Komisi III DPR RI saya rasa bukan soal kapabilitas yang perlu dipersoalkan, karena untuk jabatan politik itu kapabilitas sifatnya abstrak," ujarnya melalui pesan singkat kepada Sindonews, Senin 23 September 2013 malam.
Ia melanjutkan, yang menjadi sorotan banyak pihak adalah rekam jejak dan integritas Ruhut selama menjadi anggota Komisi III dan politikus Demokrat. Pasalnya, mantan pengacara ini kerap melontarkan pernyataan kontroversial.
"Yang perlu disorot adalah soal integritas dan track record dari Ruhut. Apakah Ruhut yang sering berperilaku kontroversial dan urakan layak menjadi pimpinan sebuah Komisi dari sebuah lembaga yang sangat berwibawa bernama DPR? Publik saya rasa bisa menilai dengan jernih," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Anggota Komisi III DPR Ruhut Poltak Sitompul, menyambut positif pernyataan mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman terkait adanya oknum anggota Komisi III DPR yang meminta calon hakim agungnya diloloskan dengan imbalan sejumlah uang.
Kata dia, usai nanti dilantik menjadi Ketua Komisi III DPR menggantikan Gede Pasek Suardika, dirinya pun akan langsung mencari dan menindak tegas siapa saja orang yang dimaksud Eman.
"Harus diungkap semua, kalau ada di gua (Ketua Komisi III), (sekalipun) ketua umum juga harus ditindak, gua enggak main-main kok," kata Ruhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin 23 September 2013.
Ketika disinggung apakah ia berani menindak tegas andai oknum yang dimaksud Erman berasal dari Partai Demokrat. "Kalau fraksi aku. Akan saya tindak. Pendeknya begini, siapa saja, enggak usah khawatir sama Ruhut. Aku tidak pernah main-main. Kita enggak mau main-main dalam penegakan hukum," pungkasnya.
Baca juga berita Nasib Ruhut ditentukan besok
Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakri, terkait penolakan Ruhut menjadi Ketua Komisi III yang menjadi persoalan bukanlah kapabilitasnya.
"Soal Ruhut jadi Ketua Komisi III DPR RI saya rasa bukan soal kapabilitas yang perlu dipersoalkan, karena untuk jabatan politik itu kapabilitas sifatnya abstrak," ujarnya melalui pesan singkat kepada Sindonews, Senin 23 September 2013 malam.
Ia melanjutkan, yang menjadi sorotan banyak pihak adalah rekam jejak dan integritas Ruhut selama menjadi anggota Komisi III dan politikus Demokrat. Pasalnya, mantan pengacara ini kerap melontarkan pernyataan kontroversial.
"Yang perlu disorot adalah soal integritas dan track record dari Ruhut. Apakah Ruhut yang sering berperilaku kontroversial dan urakan layak menjadi pimpinan sebuah Komisi dari sebuah lembaga yang sangat berwibawa bernama DPR? Publik saya rasa bisa menilai dengan jernih," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Anggota Komisi III DPR Ruhut Poltak Sitompul, menyambut positif pernyataan mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman terkait adanya oknum anggota Komisi III DPR yang meminta calon hakim agungnya diloloskan dengan imbalan sejumlah uang.
Kata dia, usai nanti dilantik menjadi Ketua Komisi III DPR menggantikan Gede Pasek Suardika, dirinya pun akan langsung mencari dan menindak tegas siapa saja orang yang dimaksud Eman.
"Harus diungkap semua, kalau ada di gua (Ketua Komisi III), (sekalipun) ketua umum juga harus ditindak, gua enggak main-main kok," kata Ruhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin 23 September 2013.
Ketika disinggung apakah ia berani menindak tegas andai oknum yang dimaksud Erman berasal dari Partai Demokrat. "Kalau fraksi aku. Akan saya tindak. Pendeknya begini, siapa saja, enggak usah khawatir sama Ruhut. Aku tidak pernah main-main. Kita enggak mau main-main dalam penegakan hukum," pungkasnya.
Baca juga berita Nasib Ruhut ditentukan besok
(kri)