Pemilihan bupati oleh DPRD masih pro & kontra

Sabtu, 21 September 2013 - 01:29 WIB
Pemilihan bupati oleh...
Pemilihan bupati oleh DPRD masih pro & kontra
A A A
Sindonews.com - Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Darah (Pilkada), Abdul Hakam Naja mengatakan, sikap setiap fraksi belum ada perubahan. Hingga kini memang hanya Fraksi Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menghendaki usulan pemerintah agar bupati dan wali kota dipilih oleh DPRD.

"Yang lain masih berpikir. Karena tidak semua ketua fraksi hadir. Tetapi paling tidak akan dilaporkan. Rapat berikutnya dapat menemukan titik temu lah," katanya saat dihubungi KORAN SINDO, Jumat 20 September 2013.

Menurut dia, alotnya pembahasan terkait dengan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) bupati atau wali kota, karena isu ini akan berdampak langsung kepada partai di daerah. Bahkan Hakam mengaku sempat mengemuka untuk dilakukan voting. "Sempat mengemukan voting. Tetapi dihindari sebisa mungkin voting," ucapnya.

Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar Sudarsa mengatakan, pemerintah bersikukuh tidak merubah posisinya. Hal ini atas kondisi objektif dan temuan-temuan faktual di lapangan. Temuan tersebut seperti adanya korban jiwa, harta, bangunan dirusak, konflik yang berkepanjangan.

Hal inilah yang menurut Agun menjadi pertimbangan pemerintah bahwa pilkada langsung tidak dapat dipertahankan. "Kerusuhan yang terjadi bukan hanya sekadar saat pilkda tapi pasca kerusuhan juga menimbulkan problem bagi pemerintah. Pelayanan publik terganggu, roda pemerintahan terganggu," ungkapnya.

Kemudian besarnya pembiayaan pilkada juga diungkapkan pemerintah sebagai pertimbangan untuk tidak melakukan pilkada langsung bagi bupati dan wali kota. DPR dalam hal ini komisi II belum memberikan jawaban terkait isu tersebut. Namun demikian DPR akan segera menindaklanjutinya.

"Disepakati Komisi II DPR akan segera tindaklanjuti tentang posisi terakhir kepada seluruh ketua-ketua fraksi. Bahkan disampaikan kepada piminan-pimpinan partai oleh fraksinya masing masing. Dipilih secara langsung, konsekuensinya kan ada baiknya ada buruknya. Kalau dipilih oleh DPRD juga sama, ada baiknya dan ada buruknya," ungkapnya.

Dia mengungkapkan bahwa fraksinya sangat terbuka sepanjang semua fraksi dan publik berpikir yang sama untuk sesuatu yang lebih baik. Agun juga mengatakan tidak ingin dalam mengambil keputusan nantinya melalui voting. Dia menegaskan bahwa pengambilan keputusan harus secara bulat oleh semua fraksi. "Kalau memang mau dipilih langsung oleh rakyat, bulatlah semua fraksi. Kalau mau DPRD bulatlah," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved