Prabowo siap pecat kadernya yang langgar hukum
Jum'at, 20 September 2013 - 20:55 WIB
Prabowo siap pecat kadernya yang langgar hukum
A
A
A
Sindonews.com - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akan bersikap tegas bagi kadernya yang terbukti bersalah dan melanggar hukum. Sikap tegas itu bisa pemecatan bagi yang melakukan hal terbukti.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, namun sebelum memberhentikan kadernya, mereka akan melalui proses klarifikasi oleh Majelis Etik Partai Gerindra.
"Kami sudah banyak memecat kader yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. Kader Partai Gerindra harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya," kata Prabowo melalui keterangan resminya, Jumat (20/9/2013).
Prabowo pun mencontohkan kasus pemukulan yang dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Chalik Suang, terhadap seorang ibu. Kata dia, Majelis Etik Partai Gerindra akan memanggil yang bersangkutan pada Senin 23 September 2013 untuk dimintai keterangan sehubungan dengan kasus yang menimpanya.
"Kami akan memberikan sanksi tegas, dan tidak tertutup kemungkinan dipecat, tergantung hasil Majelis Etik Gerindra," terangnya.
Lanjut dia, Partai Gerindra telah banyak memberikan sanksi berat hingga pemecatan kepada kader yang terbukti bersalah dan melanggar hukum seperti yang terjadi di NTT dan Jawa Timur. "Ada yang terlibat kasus susila, dan kasus kriminal lainnya," lanjutnya.
Terakhir, mantan Danjen Kopassus ini kembali mengingatkan, partainya tidak main-main dalam memberikan sanksi bagi kader yang bersalah dan melanggar hukum. "Garis partai sangat jelas, kami memiliki Tri Dharma Partai Gerindra, yaitu berkarya untuk rakyat, belajar dari rakyat, dan berkorban dari rakyat, semua kader harus mengacu kepada tigal hal itu," pungkasnya.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, namun sebelum memberhentikan kadernya, mereka akan melalui proses klarifikasi oleh Majelis Etik Partai Gerindra.
"Kami sudah banyak memecat kader yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. Kader Partai Gerindra harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya," kata Prabowo melalui keterangan resminya, Jumat (20/9/2013).
Prabowo pun mencontohkan kasus pemukulan yang dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Chalik Suang, terhadap seorang ibu. Kata dia, Majelis Etik Partai Gerindra akan memanggil yang bersangkutan pada Senin 23 September 2013 untuk dimintai keterangan sehubungan dengan kasus yang menimpanya.
"Kami akan memberikan sanksi tegas, dan tidak tertutup kemungkinan dipecat, tergantung hasil Majelis Etik Gerindra," terangnya.
Lanjut dia, Partai Gerindra telah banyak memberikan sanksi berat hingga pemecatan kepada kader yang terbukti bersalah dan melanggar hukum seperti yang terjadi di NTT dan Jawa Timur. "Ada yang terlibat kasus susila, dan kasus kriminal lainnya," lanjutnya.
Terakhir, mantan Danjen Kopassus ini kembali mengingatkan, partainya tidak main-main dalam memberikan sanksi bagi kader yang bersalah dan melanggar hukum. "Garis partai sangat jelas, kami memiliki Tri Dharma Partai Gerindra, yaitu berkarya untuk rakyat, belajar dari rakyat, dan berkorban dari rakyat, semua kader harus mengacu kepada tigal hal itu," pungkasnya.
(maf)