Pengamat: Paradoks demokrasi Demokrat semakin mengemuka
Kamis, 19 September 2013 - 09:04 WIB
Pengamat: Paradoks demokrasi Demokrat semakin mengemuka
A
A
A
Sindonews.com - Pencopotan Gede Pasek Suardika dari jabatan Ketua Komisi III DPR dan Saan Mustopa dari Sekretaris Fraksi Demokrat DPR RI semakin menimbulkan kesan Partai Demokrat bukanlah partai yang demokratis. Karena, dianggap tak menghargai perbedaan yang lumrah dalam berdemokrasi.
"Ini bisa menganggu citra Demokrat sebagai partai yang katanya demokratis. Yang mengemuka paradoks demokrasi Partai Demokrat," ujar Pengamat Politik Universitas Nasional (Unas) Alfan Alfian ketika dihubungi Sindonews, Rabu (18 September 2013) malam.
Menurutnya, menjelang Pemilu 2014 sebuah kesalahan kecil yang dilakukan Partai Demokrat bisa berubah menjadi sesuatu yang besar dan merugikan bagi partai.
Karena itu, ia menyarankan agar elite Partai Demokrat tidak terlalu responsif menanggapi kehadiran organisasi masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang didirikan Anas Urbaningrum.
"Bukan soal untung rugi buat Ormas PPI. Tetapi ini soal ujian demokrasi. Siapa yang bijak, akan diapresiasi. Yang tidak bijak, tentu akan menuai konsekuensi dicibir publik," pungkasnya.
Seperti diketahui, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Syarief Hasan mengumumkan Gede Pasek Suardika dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Komisi III DPR. Begitu juga, Saan Mustopa dari jabatan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat.
Ia tak menampik, jika keduanya diganti karena keiikutsertannya dalam Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang dibentuk Anas Urbaningrum.
"Ini kan menyangkut loyalitas terhadap partai," ujar Syarief di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 18 September 2013.
Baca berita Demokrat akui pencopotan Saan & Pasek terkait Ormas PPI
"Ini bisa menganggu citra Demokrat sebagai partai yang katanya demokratis. Yang mengemuka paradoks demokrasi Partai Demokrat," ujar Pengamat Politik Universitas Nasional (Unas) Alfan Alfian ketika dihubungi Sindonews, Rabu (18 September 2013) malam.
Menurutnya, menjelang Pemilu 2014 sebuah kesalahan kecil yang dilakukan Partai Demokrat bisa berubah menjadi sesuatu yang besar dan merugikan bagi partai.
Karena itu, ia menyarankan agar elite Partai Demokrat tidak terlalu responsif menanggapi kehadiran organisasi masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang didirikan Anas Urbaningrum.
"Bukan soal untung rugi buat Ormas PPI. Tetapi ini soal ujian demokrasi. Siapa yang bijak, akan diapresiasi. Yang tidak bijak, tentu akan menuai konsekuensi dicibir publik," pungkasnya.
Seperti diketahui, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Syarief Hasan mengumumkan Gede Pasek Suardika dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Komisi III DPR. Begitu juga, Saan Mustopa dari jabatan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat.
Ia tak menampik, jika keduanya diganti karena keiikutsertannya dalam Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang dibentuk Anas Urbaningrum.
"Ini kan menyangkut loyalitas terhadap partai," ujar Syarief di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 18 September 2013.
Baca berita Demokrat akui pencopotan Saan & Pasek terkait Ormas PPI
(kri)