IPW khawatirkan tren penembakan polisi terus berlanjut

Rabu, 18 September 2013 - 16:52 WIB
IPW khawatirkan tren...
IPW khawatirkan tren penembakan polisi terus berlanjut
A A A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) khawatir tren penembakan polisi akan terus berlanjut. Itu akan terjadi jika para pelaku penembakan polisi belum tertangkap.

"Kalau polisi tidak menangkap pelakunya, tren ini akan diikuti orang lain," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (18/9/2013).

Ia mencontohkan jika terjadi kasus mutilasi dan pelakunya belum ditangkap, maka akan terjadi kasus mutilasi berikutnya. Padahal pelakunya belum tentu sama.

"Orang yang kedua akan membuat alibi ini seolah-olah yang membunuh orang pertama, orang ketiga begitu juga, sehingga dia jadi tren kejahatan," ungkapnya.

Atas dasar itu, ia meminta polisi segera mengungkap dan menangkap pelaku penembakan polisi. Di luar itu, polisi pun harus introspeksi atas segala sikap dan tindakannya selama ini.

"Saya kira ini harus jadi pelajaran berharga supaya jajaran Kepolisian bisa lebih membenahi diri, introspeksi, karena titik persoalannya adalah sikap perilaku. Ini yang harus diubah," tegas Neta.

Soal kasus penembakan, ia memprediksi tidak akan berlanjut ke daerah lain. Sebab pelakunya diperkirakan bukan teroris yang ingin mengganggu stabilitas di berbagai daerah.

"Kita di IPW tidak setuju kalau dikatakan penembakan yang dilakukan di Jakarta itu dilakukan oleh kelompok teroris, apalagi yang di depan KPK," ucapnya.

Khusus untuk polisi yang ditembak di depan Kantor KPK, Neta menyebut itu berlatarbelakang bisnis pengawalan. "Kita melihat ini sepertinya persaingan bisnis pengawalan. Karena di dalam persaingan bisnis pengawalan itu kan ada tiga yaitu oknum TNI, polisi, dan preman," tuturnya.

Untuk membongkar kasus itu, polisi perlu mengusut sejak kapan korban jadi pengawal dan siapa yang dia gantikan. "Ini akan jadi titik tolak untuk membongkar kasus ini," ujar Neta.

Ia pun menyebut pelaku penembakan di depan Kantor KPK cukup profesional. Sebab yang bersangkutan menembak dari depan dengan jarak hanya 5 meter.

"Ini menunjukkan pelakunya itu terlatih dan dia percaya diri sehingga dia gampang melarikan diri tanpa diketahui masyarakat," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Terkait Penembakan Gamma,...
Terkait Penembakan Gamma, Kapolrestabes Semarang Penuhi Panggilan Komisi III DPR
Pasca Penembakan di...
Pasca Penembakan di Kafe Cengkareng, Lalu Lintas Sepanjang Daan Mogot Lumpuh
Baru Bebas dari Penjara,...
Baru Bebas dari Penjara, Rapper AS Diberondong 64 Peluru
Eksekutor Penembakan...
Eksekutor Penembakan Anggota Dishub Merupakan Oknum Anggota Polisi
Senjata Api Eksekutor...
Senjata Api Eksekutor Anggota Dishub Dipesan dari Jaringan Teroris
Sempat Pakai Dukun,...
Sempat Pakai Dukun, Kasatpol PP Makassar Rencanakan Pembunuhan Sejak Tahun 2020
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Universitas Florida Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved