Legitimasi rendah, publik enggan lirik Konvensi Demokrat
Selasa, 17 September 2013 - 10:05 WIB
Legitimasi rendah, publik enggan lirik Konvensi Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Konvensi Partai Demokrat terus berjalan walau pro-kontra selalu muncul. Soal pro-kontra ini sesungguhnya respons wajar di alam demokrasi. Apalagi ini urusan kepentingan partai untuk meraih kekuasaan.
Pengamat Politik Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, sebagai sebuah awal Konvensi Demokrat memang banyak memunculkan kritik. Sebagian besar kritik lebih dikarenakan oleh citra Partai Demokrat yang memang tengah menurun.
"Saya sendiri melihat legitimasi konvensi ini belum terlalu tinggi. Faktor legitimasi partai merupakan jawaban utama untuk alasan legitimasi ini. Banyaknya suara pesimis yang muncul tak lepas dari rendahnya legitimasi partai penyelenggaranya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (17/9/2013).
Selain itu, kata Lucius, faktor figur membuat minat masyarakat tidak terlalu tinggi terhadap perhelatan konvensi penjaringan calon presiden (Capres) partai berlambang bintang segitiga ini.
"Faktor figur yang menjadi peserta juga membuat animo publik nampak datar-datar saja jika tak ingin disebut rendah juga. Figur-figur yang menjadi peserta konvensi sejauh ini tak mampu memantik gairah publik untuk berpartisipasi dalam proses konvensi," jelasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, pihaknya yakin pemenang konvensi penjaringan Calon Presiden (Capres) Demokrat bisa memenangkan Pilpres 2014. Pasalnya Capres Demokrat sudah dilakukan pengujian selama delapan bulan.
Menurutnya, peserta konvensi akan terus mendapatkan pematangan sebagai capres di sisa waktu yang masih ada sebelum diputuskan siapa pemenangnya.
"Nah, sedangkan pemenang konvensi bakal teruji delapan bulan. Peserta manapun yang menang, mereka sudah digodok delapan bulan (seperti di kawah) Candradimuka," kata pria yang akrab disapa Rampo ini melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Senin 16 September 2013. (kri)
Pengamat Politik Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, sebagai sebuah awal Konvensi Demokrat memang banyak memunculkan kritik. Sebagian besar kritik lebih dikarenakan oleh citra Partai Demokrat yang memang tengah menurun.
"Saya sendiri melihat legitimasi konvensi ini belum terlalu tinggi. Faktor legitimasi partai merupakan jawaban utama untuk alasan legitimasi ini. Banyaknya suara pesimis yang muncul tak lepas dari rendahnya legitimasi partai penyelenggaranya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (17/9/2013).
Selain itu, kata Lucius, faktor figur membuat minat masyarakat tidak terlalu tinggi terhadap perhelatan konvensi penjaringan calon presiden (Capres) partai berlambang bintang segitiga ini.
"Faktor figur yang menjadi peserta juga membuat animo publik nampak datar-datar saja jika tak ingin disebut rendah juga. Figur-figur yang menjadi peserta konvensi sejauh ini tak mampu memantik gairah publik untuk berpartisipasi dalam proses konvensi," jelasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, pihaknya yakin pemenang konvensi penjaringan Calon Presiden (Capres) Demokrat bisa memenangkan Pilpres 2014. Pasalnya Capres Demokrat sudah dilakukan pengujian selama delapan bulan.
Menurutnya, peserta konvensi akan terus mendapatkan pematangan sebagai capres di sisa waktu yang masih ada sebelum diputuskan siapa pemenangnya.
"Nah, sedangkan pemenang konvensi bakal teruji delapan bulan. Peserta manapun yang menang, mereka sudah digodok delapan bulan (seperti di kawah) Candradimuka," kata pria yang akrab disapa Rampo ini melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Senin 16 September 2013. (kri)
(hyk)