Ini hambatan Polri cegah aksi terorisme

Senin, 16 September 2013 - 13:32 WIB
Ini hambatan Polri cegah...
Ini hambatan Polri cegah aksi terorisme
A A A
Sindonews.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Timur Pradopo mengakui, alami banyak hambatan dalam mencegah tindak pidana terorisme. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI.

Kata dia, secara yuridis, Undang-Undang (UU) 15 tahun 2003, perlu disempurnakan dengan menambahkan substansi mengenai pencegahan aksi terorisme.

"Kegiatan rekrutmen, baiat, menjadi tindakan terorisme. Itu bagian dari pelanggaran hukum, dan dapat diproses hukum, meskipun belum dilaksanakan," kata Timur di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2013).

"Masa penangkapan jadi 14 hari yang sebelumnya tujuh hari, data intelijen dapat dijadikan alat bukti, pemeriksaan saksi dapat dilakukan teleconfrence terutama untuk pengamanan masyarakat yang bersedia jadi saksi," sambungnya.

Hambatan selanjutnya, masalah deradikalisasi yang belum berjalan optimal. Kapolri meminta hal ini dicantumkan di dalam undang-undang. "Deradilkalisasi jadi satuan dalam UU sehingga lebih jelas termasuk dalam pembiayaan dan dari sisi institusi mana yang harus melajukan itu," terangnya.

Faktor lain lanjut dia adalah masalah pemahaman aqidah yang keliru bahwa aksi terorisme bagian dari jihad. "Belum ada tokoh yang mampu mempengaruhi dan melakukan pendekatan terhadap beberapa tokoh yang memang terus melakukan kegiatan penggalangan termasuk dalam penahanan," lanjutnya.

Terakhir, faktor sosial juga menjadi hambatan Polri susah mencegah aksi terorisme. Timur pun meminta kesadaran masyarakat untuk membantu hal ini. "Lemahnya kesadaran masyarkat dan kurang aktifnya kegiatan RT/RW, pasifnya partisipasi masyarakat dalam menuntaskan terorisme, faktor geografis terutama wiayah yang sulit ditembus," tuntasnya.
(maf)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved