Komite Konvensi diminta depak Dino Patti Djalal

Jum'at, 13 September 2013 - 15:25 WIB
Komite Konvensi diminta...
Komite Konvensi diminta depak Dino Patti Djalal
A A A
Sindonews.com - Komite Konvensi penjaringan calon presiden (Capres) Partai Demokrat diminta untuk tidak mengikutsertakan Dino Patti Djalal sebagai peserta konvensi, jika Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu masih tetap menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Sekalipun peserta konvensi tidak diwajibkan menjadi anggota Partai Demokrat, kecuali telah terpilih menjadi Capres Partai Demokrat, tetapi proses konvensi adalah suatu proses politik," ujar Pengamat Politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Jumat (13/9/2013).

Karena proses politik, lanjut dia, maka haram hukumnya bagi seorang PNS ikut menjadi peserta konvensi capres Partai Demokrat.

"Jadi tidak boleh dia (Dino Patti Djalal) itu ikut konvensi saat statusnya masih PNS. Terhadap hal itu maka atasan dia harus memberi sanksi disiplin kepegawaian, dan komite harus mendepaknya dari kontestasi capres Partai Demokrat," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) menyarankan kepada Dino Patti Djalal untuk mundur sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan meletakkan jabatannya sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, jika mengikuti konvensi penjaringan Capres Partai Demokrat.

"Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999, tentang pokok-pokok kepegawaian, Pasal 3 Ayat (3) untuk menjamin netralitas, PNS dilarang menjadi anggota dan atau pengurus partai politik. Artinya kalau dilarang, berarti tidak boleh, jadi bagi PNS yang berpolitik harus keluar dari PNS," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol pada Kementerian PANRB, Suwardi kepada Sindonews, Jumat (13/9/2013).

Seperti diketahui, Dino Patti Djalal merupakan salah satu dari 11 peserta Konvensi Capres Partai Demokrat. Sampai saat ini status Dino masih menjabat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Klik disini berita Kementerian PANRB sarankan Dino mundur dari PNS
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
Majelis Hakim Diminta...
Majelis Hakim Diminta Tolak Seluruh Pleidoi Putri Candrawathi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved