Elektabilitas di survei anjlok, Irman Gusman santai
Kamis, 12 September 2013 - 17:51 WIB
Elektabilitas di survei anjlok, Irman Gusman santai
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPD Irman Gusman tak mempersoalkan elektabilitasnya dalam setiap hasil survei sebagai peserta konvensi semi terbuka Partai Demokrat masih anjlok, termasuk yang dirilis Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG).
"Buat saya kan tidak masalah, apapun hasil survei itu ini kan baru awal saja," kata Irman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2013).
Menurutnya, wajar jika dirinya masih mendapat persentase rendah. Pasalnya, kegiatan konvensi untuk setiap peserta belum dimulai.
"Toh belum dilaunching ya, itu jadi menandakan saya selama ini tidak melakukan aktifitas untuk konvensi itu, sah-sah saja karena kick off nya belum, mulainya baru tanggal 15 tidak mencuri start ya," terangnya.
Dirinya pun menilai jika popularitas bukan menjadi faktor utama untuk jadi pemimpin Indonesia. Tetapi, masih ada faktor lain yang membuat orang terpilih.
"Pemimpin yang punya kapasitas, yang punya kredibilitas ya, jadi rakyat punya kemampuan kombinasi itu," tuntasnya.
Sebelumnya, SSSG merilis hasil survei terbaru mengenai nama-nama yang dinilai layak untuk menjadi bakal capres Partai Demokrat.
Berikut hasil survei tersebut:
Dahlan Iskan: 31,6 persen
Jusuf Kalla: 19,8 persen
Mahfud MD: 10,7 persen
Anis Baswedan: 5,6 persen
PEW: 2,6 persen
Marzuki Alie: 2,1 persen
Endriartono Sutarto: 1,0 persen
Gita Wirjawan: 1,0 persen
Hayono Isman: 0,6 persen
Dino Pati Djalal: 0,4 persen
Ali Masykur Musa: 0,3 persen
Irman Gusman: 0,0 persen
"Buat saya kan tidak masalah, apapun hasil survei itu ini kan baru awal saja," kata Irman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2013).
Menurutnya, wajar jika dirinya masih mendapat persentase rendah. Pasalnya, kegiatan konvensi untuk setiap peserta belum dimulai.
"Toh belum dilaunching ya, itu jadi menandakan saya selama ini tidak melakukan aktifitas untuk konvensi itu, sah-sah saja karena kick off nya belum, mulainya baru tanggal 15 tidak mencuri start ya," terangnya.
Dirinya pun menilai jika popularitas bukan menjadi faktor utama untuk jadi pemimpin Indonesia. Tetapi, masih ada faktor lain yang membuat orang terpilih.
"Pemimpin yang punya kapasitas, yang punya kredibilitas ya, jadi rakyat punya kemampuan kombinasi itu," tuntasnya.
Sebelumnya, SSSG merilis hasil survei terbaru mengenai nama-nama yang dinilai layak untuk menjadi bakal capres Partai Demokrat.
Berikut hasil survei tersebut:
Dahlan Iskan: 31,6 persen
Jusuf Kalla: 19,8 persen
Mahfud MD: 10,7 persen
Anis Baswedan: 5,6 persen
PEW: 2,6 persen
Marzuki Alie: 2,1 persen
Endriartono Sutarto: 1,0 persen
Gita Wirjawan: 1,0 persen
Hayono Isman: 0,6 persen
Dino Pati Djalal: 0,4 persen
Ali Masykur Musa: 0,3 persen
Irman Gusman: 0,0 persen
(kri)