Angka kemiskinan & kelaparan di Indonesia sudah warning

Selasa, 10 September 2013 - 18:07 WIB
Angka kemiskinan & kelaparan...
Angka kemiskinan & kelaparan di Indonesia sudah warning
A A A
Sindonews.com - The Millennium Development Goals (MDGs) yang digagas pemerintah dinilai belum tercapai secara optimal. Tak hanya itu, program Masterplan Percepatan dan Perluasan pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga dinilai belum bisa mengentaskan angka kemiskinan dan kelaparan.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menilai angka kemiskinan secara nasional versi Badan Pusat Statistik (BPS) yakni jika biaya pengeluaran seseorang mencapai Rp259.520 di tahun 2012. Prosentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional yakni 15,10 persen di tahun 1990 dan 12,49 persen di tahun 2011.

"Padahal target MDGs tahun 2015 prosentase kemiskinan harus di bawah 7,55 persen," ujarnya kepada wartawan di Balaikota Depok, Selasa (10/09/2013).

Nur Mahmudi menambahkan Depok sendiri angka kemiskinan jauh melebih target nasional dan MDGs yakni hanya 2,46 persen. Sebab, lanjutnya, seluruh kabupaten kota dan kepala daerah di seluruh Indonesia diamanahkan untuk mengentaskan angka kemiskinan dan kelaparan.

"Karena harga barang kita untuk memenuhi 51 jenis non makanan relatif mahal. Depok hanya 2,46 persen. Target MDG's sudah kelebihan. Di Indonesia 7,55 persen. Sebab Depok dikatakan miskin jika pengeluaran per bulan yakni Rp413 ribu," katanya.

Sementara terkait dengan angka kelaparan, tingkat konsumsi yang mencapai minimum yakni 1.400 kilo kalori per kapita per hari pada tahun 1990 atau 17 persen, dan tahun 2011 yakni 14,65 persen, masih jauh dari target MDGs 8,50 persen tahun 2015. Artinya, angka kemiskinan dan kelaparan masih ditemukan dan belum bisa mencapai target.

"Kita masih menemukan ada orang yang sangat kelaparan. Target tahun 2015, hanya 8,15 persen. Artinya Indonesia yang diamanahkan negara-negara MDGs dalam hal penanganan lingkungan hidup, kesehatan, kemiskinan, dan kelaparan, Indonesia sudah warning, sudah kena lampu kuning, kalau tak bekerja keras. Ini semua akan saya sampaikan dalam rakornas di Bali, Kamis (12/9/2013)," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
BP Taskin Finalisasi...
BP Taskin Finalisasi Buku Rencana Besar Penuntasan Kemiskinan
1,3 Juta Warga Pesisir...
1,3 Juta Warga Pesisir Jadi Target Pengentasan Kemiskinan di Tahun 2022
BP Taskin Gandeng Perusahaan...
BP Taskin Gandeng Perusahaan China Latih Anak Muda Miskin Jadi Tenaga Siap Kerja
Desa Berperan Penting...
Desa Berperan Penting dalam Pengentasan Kemiskinan Berbasis Budaya
Kunjungi BP Taskin,...
Kunjungi BP Taskin, Bupati Indramayu dan Bombana Minta Resep Atasi Kemiskinan
Ganjar Puji Kades Blora...
Ganjar Puji Kades Blora Soal Cara Menurunkan Kemiskinan
Berita Terkini
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved