Fraksi PDIP yakin kebocoran proyek e-KTP capai Rp300 miliar
Rabu, 04 September 2013 - 20:22 WIB
Fraksi PDIP yakin kebocoran proyek e-KTP capai Rp300 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatimiko memastikan, penggelembungan anggaran proyek pengadaan e-KTP mencapai Rp200-Rp300 miliar.
Dia mengaku, sejak awal sudah mendengar proyek pengadaan tersebut sudah ada masalah. Karenanya dia menyetujui jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya.
Dia menuturkan, ada permintaan anggaran yang melonjak jauh sehingga anggarannya mencapai Rp6 triliun.
"Permintaan yang melonjak sekitar Rp200-Rp300 miliar, tetapi saya lupa berapa pastinya. Karena sudah lama sekali. Memang ada pelompatan, tapi saya sudah mempertanyakan itu," kata Budiman di depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/9/2013).
Lebih lanjut Budiman mengaku tidak mengetahui soal pembahasan atau pertemuan di luar komisi DPR RI soal commitmentfee dalam pembahasan anggaran proyek e-KTP.
Tapi dia menduga, dalam program-program besar seperti e-KTP ini bisa saja ada lobi-lobi di luar gedung. Pertemuan itu sangat mengganggu proses pembahasan dengan mekanis yang benar.
Dia mengaku, sejak awal sudah mendengar proyek pengadaan tersebut sudah ada masalah. Karenanya dia menyetujui jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya.
Dia menuturkan, ada permintaan anggaran yang melonjak jauh sehingga anggarannya mencapai Rp6 triliun.
"Permintaan yang melonjak sekitar Rp200-Rp300 miliar, tetapi saya lupa berapa pastinya. Karena sudah lama sekali. Memang ada pelompatan, tapi saya sudah mempertanyakan itu," kata Budiman di depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/9/2013).
Lebih lanjut Budiman mengaku tidak mengetahui soal pembahasan atau pertemuan di luar komisi DPR RI soal commitmentfee dalam pembahasan anggaran proyek e-KTP.
Tapi dia menduga, dalam program-program besar seperti e-KTP ini bisa saja ada lobi-lobi di luar gedung. Pertemuan itu sangat mengganggu proses pembahasan dengan mekanis yang benar.
(stb)