Calon pemimpin, modal mahasiswa tak hanya sekadar lulus
Rabu, 04 September 2013 - 15:01 WIB
Calon pemimpin, modal mahasiswa tak hanya sekadar lulus
A
A
A
Sindonews.com - Pejabat Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis membuka ajang Indonesia Leadership Camp-Nusantara Leadership Camp (ILC-NLC) 2013 yang dilaksanakan lima hari mulai tanggal 4-8 September 2013. Kegiatan tersebut diikuti 99 mahasiswa terbaik di Indonesia.
Anis mengatakan acara tersebut memberikan pesan menjadikan anak muda calon pemimpin masa depan. Ia berharap semua mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut bisa memahami dan mengimplementasi dalam kehidupan.
"Tujuan Allah menciptakan manusia agar menjadi khalifah di muka bumi ini. Dari tujuan itu ada hal yang harus dijalanlan. Para peserta diharapkan paham tujuan dari program ini, tanpa mengetahui tujuan dan hanya mengikuti maka tidak maksimal hasilnya," ujarnya dalam sambutannya di Balai Sidang UI, Rabu (04/9/2013).
Anis menambahkan menjadi pemimpin juga harus dilandasi dengan niat. Menjalankannya pun, kata dia, harus dipenuhi kejujuran dan keikhlasan.
"Menjadi pemimpin bukan dilihat dari bakat atau tidak bakat. Pandangan ini salah. Tapi merupakan proses. Harus ada dari dalam diri," katanya.
Sebagai calon pemimpin, lanjut Anis, mahasiswa lulus dari perguruan tinggi saja tidak cukup. Tetapi lulus merupakan sebuah langkah awal menjadi pemimpin.
"Apakah mahasiswa dengan lulus saja cukup? Tidak cukup. Lulus bukan tujuan. Tetapi lulus merupakan awal menjadi pemimpin," tutupnya.
Anis mengatakan acara tersebut memberikan pesan menjadikan anak muda calon pemimpin masa depan. Ia berharap semua mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut bisa memahami dan mengimplementasi dalam kehidupan.
"Tujuan Allah menciptakan manusia agar menjadi khalifah di muka bumi ini. Dari tujuan itu ada hal yang harus dijalanlan. Para peserta diharapkan paham tujuan dari program ini, tanpa mengetahui tujuan dan hanya mengikuti maka tidak maksimal hasilnya," ujarnya dalam sambutannya di Balai Sidang UI, Rabu (04/9/2013).
Anis menambahkan menjadi pemimpin juga harus dilandasi dengan niat. Menjalankannya pun, kata dia, harus dipenuhi kejujuran dan keikhlasan.
"Menjadi pemimpin bukan dilihat dari bakat atau tidak bakat. Pandangan ini salah. Tapi merupakan proses. Harus ada dari dalam diri," katanya.
Sebagai calon pemimpin, lanjut Anis, mahasiswa lulus dari perguruan tinggi saja tidak cukup. Tetapi lulus merupakan sebuah langkah awal menjadi pemimpin.
"Apakah mahasiswa dengan lulus saja cukup? Tidak cukup. Lulus bukan tujuan. Tetapi lulus merupakan awal menjadi pemimpin," tutupnya.
(kri)