Mahasiswa bisa sukses dengan jauhi narkoba
Selasa, 03 September 2013 - 09:40 WIB
Mahasiswa bisa sukses dengan jauhi narkoba
A
A
A
Sindonews.com - Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di Indonesia masih jadi masalah serius yang butuh perhatian bersama. Mahasiswa sebagai generasi muda wajib menjauhi penggunaan narkoba agar sukses meraih masa depan dalam studi di perguruan tinggi.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Denny Indrayana dihadapan mahasiswa baru Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (3/9/2013).
Dikatakan Denny, orang-orang yang bermasalah dengan narkoba rata-rata jadi penghuni lembaga pemasyarakatan. "Ada 162.000 penghuni lapas di Indonesia saat ini dan 50 persen adalah pengguna narkotika," ucap Denny.
"Mahasiswa baru sebaiknya mencontoh perilaku kepemimpinan yang ditunjukan oleh lulusan UGM di beragam bidang pengabdian dan menjadi pemimpin di Indonesia. Mahasiswa harus aktif dan optimis untuk turut membangun bangsa," imbuhnya.
Menurut Denny, Yogyakarta sebagai kota pendidikan sangat tepat untuk mengembangkan potensi dari seluruh anak bangsa dari berbagai wilayah di tanah air. "Lebih baik mahasiswa menegaskan diri untuk membuat Yogyakarta sebagai kota pendidikan," tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini sudah banyak aktivis yang membidangi langkah pencerdasan bangsa lewat pendidikan atau menjadi pejuang anti korupsi. "Sebut saja misalnya Anies Baswedan, Joko Widodo yang lulusan Kehutanan UGM, Mahfud MD, Busyro Muqoddas. Sosok seperti mereka itu yang menjaga semangat integritas, mahasiswa bisa memulai sikap positif dengan tidak mencontek dan berprestasi di segala bidang," katanya.
Selain itu, Denny juga mengakui saat ini Kementerian Hukum dan HAM sedang giat melakukan pembenahan di dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan. Terutama menghapus perilaku pungli yang dijalankan sejumlah oknum lapas.
Diakuinya, musuh utama Kemenkum HAM saat ini ialah pungli. Perilaku tersebut bahkan jadi sumber masalah penyalahgunaan narkoba di penjara. UGM sendiri tahun ini menerima 9.361 mahasiswa baru. Mereka terdiri dari 6.572 mahasiswa program sarjana dan 2.789 mahasiswa program diploma sekolah vokasi.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Denny Indrayana dihadapan mahasiswa baru Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (3/9/2013).
Dikatakan Denny, orang-orang yang bermasalah dengan narkoba rata-rata jadi penghuni lembaga pemasyarakatan. "Ada 162.000 penghuni lapas di Indonesia saat ini dan 50 persen adalah pengguna narkotika," ucap Denny.
"Mahasiswa baru sebaiknya mencontoh perilaku kepemimpinan yang ditunjukan oleh lulusan UGM di beragam bidang pengabdian dan menjadi pemimpin di Indonesia. Mahasiswa harus aktif dan optimis untuk turut membangun bangsa," imbuhnya.
Menurut Denny, Yogyakarta sebagai kota pendidikan sangat tepat untuk mengembangkan potensi dari seluruh anak bangsa dari berbagai wilayah di tanah air. "Lebih baik mahasiswa menegaskan diri untuk membuat Yogyakarta sebagai kota pendidikan," tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini sudah banyak aktivis yang membidangi langkah pencerdasan bangsa lewat pendidikan atau menjadi pejuang anti korupsi. "Sebut saja misalnya Anies Baswedan, Joko Widodo yang lulusan Kehutanan UGM, Mahfud MD, Busyro Muqoddas. Sosok seperti mereka itu yang menjaga semangat integritas, mahasiswa bisa memulai sikap positif dengan tidak mencontek dan berprestasi di segala bidang," katanya.
Selain itu, Denny juga mengakui saat ini Kementerian Hukum dan HAM sedang giat melakukan pembenahan di dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan. Terutama menghapus perilaku pungli yang dijalankan sejumlah oknum lapas.
Diakuinya, musuh utama Kemenkum HAM saat ini ialah pungli. Perilaku tersebut bahkan jadi sumber masalah penyalahgunaan narkoba di penjara. UGM sendiri tahun ini menerima 9.361 mahasiswa baru. Mereka terdiri dari 6.572 mahasiswa program sarjana dan 2.789 mahasiswa program diploma sekolah vokasi.
(maf)