Soal Sengman, KPK masih tunggu keterangan JPU
Senin, 02 September 2013 - 13:54 WIB
Soal Sengman, KPK masih tunggu keterangan JPU
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengaku, masih menunggu laporan resmi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terkait pernyataan Ridwan Hakim, yang menyebut nama Sengman sebagai utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat bersaksi di persidangan kasus kuota impor daging sapi, dan pencucian uang dengan terdakwa Ahmad Fathanah.
"Saya belum dapat laporan soal itu (Sengman) dari jaksa penuntut,” kata Bambang, saat dikonfirmasi, Senin (2/9/2013).
Terkait kasus tersebut, Bambang menjelaskan, fokus KPK saat ini masih menggali keterangan dari Ridwan Hakim untuk melengkapi dakwaan Ahmad Fathanah. "Sementara keterangan lainnya bisa digunakan untuk pengayaan informasi,” kata dia.
Diketahui, saat menjadi saksi, Ridwan Hakim sempat melontarkan nama Sengman yang ia sebut sebagai utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ridwan mengatakan, uang sebesar Rp40 miliar dari PT Indoguna yang diduga akan diserahkan kepada Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin, dibawa utusan presiden dengan sebutan Sengman.
Beberapa nama 'misterius' juga terungkap dalam persidangan, nama misterius itu antara lain, Bunda Putri dan Sengman, Dipo, Mas Boed, Pak Lurah serta Haji Susu.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Dipo Alam membantah Sengmen adalah orang di sekitaran Istana. Ia menegaskan, Istana sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus impor sapi.
Dia juga membantah, jika Dipo yang terungkap di dalam persidangan merupakan Dipo Alam dirinya.
"Saya belum dapat laporan soal itu (Sengman) dari jaksa penuntut,” kata Bambang, saat dikonfirmasi, Senin (2/9/2013).
Terkait kasus tersebut, Bambang menjelaskan, fokus KPK saat ini masih menggali keterangan dari Ridwan Hakim untuk melengkapi dakwaan Ahmad Fathanah. "Sementara keterangan lainnya bisa digunakan untuk pengayaan informasi,” kata dia.
Diketahui, saat menjadi saksi, Ridwan Hakim sempat melontarkan nama Sengman yang ia sebut sebagai utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ridwan mengatakan, uang sebesar Rp40 miliar dari PT Indoguna yang diduga akan diserahkan kepada Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin, dibawa utusan presiden dengan sebutan Sengman.
Beberapa nama 'misterius' juga terungkap dalam persidangan, nama misterius itu antara lain, Bunda Putri dan Sengman, Dipo, Mas Boed, Pak Lurah serta Haji Susu.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Dipo Alam membantah Sengmen adalah orang di sekitaran Istana. Ia menegaskan, Istana sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus impor sapi.
Dia juga membantah, jika Dipo yang terungkap di dalam persidangan merupakan Dipo Alam dirinya.
(stb)