Konvensi & capres, Irman sebut ini hanya soal nasib
Jum'at, 30 Agustus 2013 - 20:01 WIB
Konvensi & capres, Irman sebut ini hanya soal nasib
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Irman Gusman mengakui, dirinya tak pernah mempersiapkan untuk menjadi calon presiden (capres) termasuk melalui mekanisme konvensi semi terbuka Partai Demokrat.
Karena itu, ia pun tidak pernah memikirkan elektabilitas dan popularitasnya saat menjalankan tugasnya, sehingga sampai saat ini popularitasnya masih minim di mata masyarakat.
"Kalau saya tahu mau jadi presiden saya sudah menyiapkan diri, saya tidak tahu, nasib saja ini. Saya tidak pernah bekerja untuk berfikir elektabilitas dan popularitas," kata Irman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2013).
Meski elektabilitas dan popularitasnya masih minim namun dirinya tak takut untuk bersaing dengan tokoh nasional lain yang memiliki persentase jauh di atasnya. "Saya bekerja tidak berdasarkan popularitas, lihat pemimpin jangan dari popularitasnya, tetapi leadership, pemimpin bangsa bukan sekadar popularitas," tuntasnya.
Seperti diberitakan Sindonews, Irman menjadi salah satu peserta konvensi bersama anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ali Masykur Musa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo, Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang dan Ketua DPR RI Marzuki Alie.
Selain itu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman, mantan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Endriartono Sutarto, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan Dubes Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal serta Dahlan Iskan.
Karena itu, ia pun tidak pernah memikirkan elektabilitas dan popularitasnya saat menjalankan tugasnya, sehingga sampai saat ini popularitasnya masih minim di mata masyarakat.
"Kalau saya tahu mau jadi presiden saya sudah menyiapkan diri, saya tidak tahu, nasib saja ini. Saya tidak pernah bekerja untuk berfikir elektabilitas dan popularitas," kata Irman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2013).
Meski elektabilitas dan popularitasnya masih minim namun dirinya tak takut untuk bersaing dengan tokoh nasional lain yang memiliki persentase jauh di atasnya. "Saya bekerja tidak berdasarkan popularitas, lihat pemimpin jangan dari popularitasnya, tetapi leadership, pemimpin bangsa bukan sekadar popularitas," tuntasnya.
Seperti diberitakan Sindonews, Irman menjadi salah satu peserta konvensi bersama anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ali Masykur Musa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo, Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang dan Ketua DPR RI Marzuki Alie.
Selain itu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman, mantan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Endriartono Sutarto, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan Dubes Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal serta Dahlan Iskan.
(maf)