Marzuki: Kata Komite Konvensi saya paling baik
Rabu, 28 Agustus 2013 - 19:24 WIB
Marzuki: Kata Komite Konvensi saya paling baik
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie telah mengikuti pra konvensi capres partainya. Usai bertemu dengan Komite Konvensi, Marzuki mengaku dirinya paling baik dari lima peserta sebelumnya.
Penilaian itu, kata Marzuki, disampaikan oleh Komite Konvensi saat proses penyampaian visi dan misi, bukan penilaian yang datang dari dirinya sendiri.
"Pak Sugeng (Sugeng Suryadi) bilang sudah ada lima, tapi inilah yang saya harapkan. Lima kandidat sepenuhnya belum ada yang memenuhi harapan saya. Ini (Marzuki) yang memenuhi harapan saya," kata Marzuki di Wisma Kodel, Kuningan Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengaku, saat dirinya memaparkan mengenai ide-ide kebangsaan selalu mendapat tepuk tangan dari Komite Konvensi.
"Dan apa yang saya sampaikan mendapat tepuk tangan. Mendapat aplaus semuanya," pungkasnya.
Seperti diketahui lima tokoh sebelumnya juga ikut pra konvensi yakni Anggota BPK Ali Masykur Musa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo dan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang
Penilaian itu, kata Marzuki, disampaikan oleh Komite Konvensi saat proses penyampaian visi dan misi, bukan penilaian yang datang dari dirinya sendiri.
"Pak Sugeng (Sugeng Suryadi) bilang sudah ada lima, tapi inilah yang saya harapkan. Lima kandidat sepenuhnya belum ada yang memenuhi harapan saya. Ini (Marzuki) yang memenuhi harapan saya," kata Marzuki di Wisma Kodel, Kuningan Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengaku, saat dirinya memaparkan mengenai ide-ide kebangsaan selalu mendapat tepuk tangan dari Komite Konvensi.
"Dan apa yang saya sampaikan mendapat tepuk tangan. Mendapat aplaus semuanya," pungkasnya.
Seperti diketahui lima tokoh sebelumnya juga ikut pra konvensi yakni Anggota BPK Ali Masykur Musa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo dan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang
(kri)