Beberapa perubahan dalam pelaksanaan haji tahun ini
Rabu, 28 Agustus 2013 - 08:01 WIB
Beberapa perubahan dalam pelaksanaan haji tahun ini
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Cepi Supriatna mengatakan, dalam Rapat kerja nasional (Rakernas), akan mempertemukan seluruh instansi terkait soal pelayanan kesehatan haji.
Pelayanan haji itu di antaranya mengenai antisipasi virus Corona dan masalah kesehatan haji oleh Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan kesiapan layanan imigrasi dan bea cukai oleh Dirjen Imigrasi dan Bea Cukai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM).
"Ada beberapa hal yang berubah dalam pelaksanaan haji pada tahun ini," ucapnya saat ditemui di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2013).
Menurutnya, perubahan pertama ialah mengenai katering. Jika sebelumnya katering sempat menggunakan cara prasmanan, maka tahun ini pemberian makanan akan dilaksanakan kembali dengan menggunakan kotak.
Lanjut dia, Kemenag akan memberlakukan aturan makanan yang sudah diterima harus dimakan pada saat itu juga untuk menghindari kebasian. "Tidak boleh dikonsumsi lebih dari dua jam setelah diterima," katanya.
Selain itu Kemenag juga akan menambah jumlah angkutan haji antar kota di Arab Saudi. Hal ini dikarenakan rute tertentu yang bisa ditambah, namun rute yang dipilih adalah rute yang terbilang padat seperti Madinah-Makkah, Makkah-Madinah, Makkah-Jeddah dan Madinah-Jeddah. Angkutan dari pemondokan ke Masjidil Haram juga akan ditambah.
Perubahan soal pemulangan jemaah juga akan dilakukan. Dari Mekkah, jemaah langsung menuju ke bandara tanpa transit. Sementara jemaah yang dari Madinah harus transit terlebih dahulu karena perjalanannya memakan waktu yang lama.
Pelayanan haji itu di antaranya mengenai antisipasi virus Corona dan masalah kesehatan haji oleh Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan kesiapan layanan imigrasi dan bea cukai oleh Dirjen Imigrasi dan Bea Cukai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM).
"Ada beberapa hal yang berubah dalam pelaksanaan haji pada tahun ini," ucapnya saat ditemui di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2013).
Menurutnya, perubahan pertama ialah mengenai katering. Jika sebelumnya katering sempat menggunakan cara prasmanan, maka tahun ini pemberian makanan akan dilaksanakan kembali dengan menggunakan kotak.
Lanjut dia, Kemenag akan memberlakukan aturan makanan yang sudah diterima harus dimakan pada saat itu juga untuk menghindari kebasian. "Tidak boleh dikonsumsi lebih dari dua jam setelah diterima," katanya.
Selain itu Kemenag juga akan menambah jumlah angkutan haji antar kota di Arab Saudi. Hal ini dikarenakan rute tertentu yang bisa ditambah, namun rute yang dipilih adalah rute yang terbilang padat seperti Madinah-Makkah, Makkah-Madinah, Makkah-Jeddah dan Madinah-Jeddah. Angkutan dari pemondokan ke Masjidil Haram juga akan ditambah.
Perubahan soal pemulangan jemaah juga akan dilakukan. Dari Mekkah, jemaah langsung menuju ke bandara tanpa transit. Sementara jemaah yang dari Madinah harus transit terlebih dahulu karena perjalanannya memakan waktu yang lama.
(maf)