Ini agenda pertama Moeldoko jadi Panglima TNI
Selasa, 27 Agustus 2013 - 12:09 WIB
Ini agenda pertama Moeldoko jadi Panglima TNI
A
A
A
Sindonews.com - Jenderal Moeldoko selangkah lagi menjadi Panglima TNI, menggantikan Laksamana Agus Suhartono. Dia tinggal menunggu dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), setelah pengangkatan jabatannya disetujui DPR RI.
Hari pertama menjadi Panglima TNI, Moeldoko langsung mengawalinya dengan melakukan konsolidasi di seluruh titik bagian TNI.
"Akan awali dengan konsolidasi serta melihat hal-hal yang sedang berjalan," kata Moeldoko di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2013).
Konsolidasi ini akan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kekuatan TNI di tanah air, dengan mekanisme yang telah ditentukan.
"Melihat strenght sejauh mana. Semuanya akan kami lihat sebagai analisis SWOT, baru akan melakukan langkah ke depan," jelasnya.
Pria yang kini masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini juga berjanji akan melanjutkan rencana strategi (renstra) di bidang pertahanan.
"Intinya akan melanjutkan kebijakan rencana strategi pertahan ke depan. Pembangunan kekuatan, pembinaan kekuatan harus berlanjut," tegasnya.
"Agenda (lain), memperkuaat SDM termasuk culture-nya. Kedua, melanjutkan proses modernisasi terus kami tingkatkan," tuntasnya.
Hari pertama menjadi Panglima TNI, Moeldoko langsung mengawalinya dengan melakukan konsolidasi di seluruh titik bagian TNI.
"Akan awali dengan konsolidasi serta melihat hal-hal yang sedang berjalan," kata Moeldoko di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2013).
Konsolidasi ini akan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kekuatan TNI di tanah air, dengan mekanisme yang telah ditentukan.
"Melihat strenght sejauh mana. Semuanya akan kami lihat sebagai analisis SWOT, baru akan melakukan langkah ke depan," jelasnya.
Pria yang kini masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini juga berjanji akan melanjutkan rencana strategi (renstra) di bidang pertahanan.
"Intinya akan melanjutkan kebijakan rencana strategi pertahan ke depan. Pembangunan kekuatan, pembinaan kekuatan harus berlanjut," tegasnya.
"Agenda (lain), memperkuaat SDM termasuk culture-nya. Kedua, melanjutkan proses modernisasi terus kami tingkatkan," tuntasnya.
(stb)