Banyak permainan di balik isu penggantian Kapolri
Minggu, 25 Agustus 2013 - 08:00 WIB
Banyak permainan di balik isu penggantian Kapolri
A
A
A
Sindonews.com - Koodinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mempertanyakan isu yang berkembang dikalangan masyarakat terkait penggantian kepala Kepolisian RI (Kapolri) yang saat ini masih dijabat Jenderal Timur Pradopo.
Menurut Neta, publik patut mencurigai rumor penggantian Kapolri bisa datang dari internal kepolisian yang memiliki kepentingan, atau bahkan diluar institusi kepolisian yang menganggap kepemimpinan Timur Pradodo harus berakhir.
"Siapa sesungguhnya yang bermain di balik isu ini, apakah internal polri atau eksternal polri," kata Neta kepada Sindonews, di Jakarta, Sabtu (24/8/2013).
Neta menegaskan, hingga sampai saat ini belum keluar satupun surat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait permintaan presiden untuk menindaklanjuti penggantian Kaplori tersebut.
"Sebab sampai saat ini belum ada sepotong surat pun dari presiden ke polri yang meminta penggantian kapolri segera diproses," jelasnya.
Neta berpendapat, masih banyak tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan Kapolri Timur Pradopo sebelum masa tugasnya yang baru akan berakhir tahun depan.
Sebelumnya, rumor berkembang dikalangan masyarakat yang menyebutkan, beberapa jendral pangkat bintang tiga dan sebagian jendral bintang dua Polri masuk dalam bursa calon Kapolri untuk menggantikan Timur Pradopo.
Nama-nama seperti Badrodin Haiti, Sutarman, Putut Eko Bayu Seno, dan Budi Gunawan adalah calon kuat yang pernah disebutkan di media. Selain itu, mundurnya wakapolri Nanan Soekarna pun dinilai makin meyakinkan publik soal pergantian itu.
Menurut Neta, publik patut mencurigai rumor penggantian Kapolri bisa datang dari internal kepolisian yang memiliki kepentingan, atau bahkan diluar institusi kepolisian yang menganggap kepemimpinan Timur Pradodo harus berakhir.
"Siapa sesungguhnya yang bermain di balik isu ini, apakah internal polri atau eksternal polri," kata Neta kepada Sindonews, di Jakarta, Sabtu (24/8/2013).
Neta menegaskan, hingga sampai saat ini belum keluar satupun surat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait permintaan presiden untuk menindaklanjuti penggantian Kaplori tersebut.
"Sebab sampai saat ini belum ada sepotong surat pun dari presiden ke polri yang meminta penggantian kapolri segera diproses," jelasnya.
Neta berpendapat, masih banyak tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan Kapolri Timur Pradopo sebelum masa tugasnya yang baru akan berakhir tahun depan.
Sebelumnya, rumor berkembang dikalangan masyarakat yang menyebutkan, beberapa jendral pangkat bintang tiga dan sebagian jendral bintang dua Polri masuk dalam bursa calon Kapolri untuk menggantikan Timur Pradopo.
Nama-nama seperti Badrodin Haiti, Sutarman, Putut Eko Bayu Seno, dan Budi Gunawan adalah calon kuat yang pernah disebutkan di media. Selain itu, mundurnya wakapolri Nanan Soekarna pun dinilai makin meyakinkan publik soal pergantian itu.
(lal)