Eks Ketua KPK endus korupsi di Migas sejak lama
Rabu, 21 Agustus 2013 - 15:48 WIB
Eks Ketua KPK endus korupsi di Migas sejak lama
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruki mengungkapkan, praktik korupsi di sektor minyak dan gas bumi (Migas) telah terjadi sejak lama.
Namun praktik tersebut baru terungkap setelah tertangkapnya Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini beberapa hari lalu.
"Zaman saya mungkin sudah terjadi tetapi kemungkinan saat itu belum terungkap," kata Taufiqurrahman Ruki di gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/8/2013).
Kendati demikian, Taufiqurrahman yang juga Wakil Ketua Komite Konvensi Capres Demokrat berpendapat, setiap periode KPK memiliki sejarah dan temuannya masing-masing. Sehingga, tidak ada perbedaan dalam cara penanganan kasus.
"Jadi unfair. Masing-masing periode memiliki tantangan dan masalahnya masing-masing," tegasnya.
Tertangkapnya mantan kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, menandakan kebenaran dan cita-cita pemberantasan korupsi selalu mendapatkan jalan terbaik dari penguasa. Taufiqurrahman berpesan bahwa Tuhan tidak pernah tidur terkait perilaku dan dosa para koruptor.
"Sekarang Tuhan berkehendak, Tuhan tak pernah tidur. Saya percaya kepada Tuhan. Semua keburukan pada saatnya akan ketahuan," ungkapnya.
Sebelumnya, Taufiqurrahman Ruki diundang lembaga KPK dalam kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggrakan lembaga yang dipimpin Abraham Samad ini.
Terkait penanganan kasus kepala SKK Migas, Ruki enggan banyak berkomentar. Menurutnya, biarkan KPK bertugas menyelesaikan tugasnya untuk mengusut suap di SKK Migas tersebut.
"Dugaan kan bisa macam-macam ya, saya tidak mau menanggapi tuduhan, saya baru percaya kalau KPK menyatakan itu. Tapi kalau KPK mengatakan ada uang masuk di partai, saya akan menyatakan saya percaya pada KPK," imbuhnya.
Namun praktik tersebut baru terungkap setelah tertangkapnya Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini beberapa hari lalu.
"Zaman saya mungkin sudah terjadi tetapi kemungkinan saat itu belum terungkap," kata Taufiqurrahman Ruki di gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/8/2013).
Kendati demikian, Taufiqurrahman yang juga Wakil Ketua Komite Konvensi Capres Demokrat berpendapat, setiap periode KPK memiliki sejarah dan temuannya masing-masing. Sehingga, tidak ada perbedaan dalam cara penanganan kasus.
"Jadi unfair. Masing-masing periode memiliki tantangan dan masalahnya masing-masing," tegasnya.
Tertangkapnya mantan kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, menandakan kebenaran dan cita-cita pemberantasan korupsi selalu mendapatkan jalan terbaik dari penguasa. Taufiqurrahman berpesan bahwa Tuhan tidak pernah tidur terkait perilaku dan dosa para koruptor.
"Sekarang Tuhan berkehendak, Tuhan tak pernah tidur. Saya percaya kepada Tuhan. Semua keburukan pada saatnya akan ketahuan," ungkapnya.
Sebelumnya, Taufiqurrahman Ruki diundang lembaga KPK dalam kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggrakan lembaga yang dipimpin Abraham Samad ini.
Terkait penanganan kasus kepala SKK Migas, Ruki enggan banyak berkomentar. Menurutnya, biarkan KPK bertugas menyelesaikan tugasnya untuk mengusut suap di SKK Migas tersebut.
"Dugaan kan bisa macam-macam ya, saya tidak mau menanggapi tuduhan, saya baru percaya kalau KPK menyatakan itu. Tapi kalau KPK mengatakan ada uang masuk di partai, saya akan menyatakan saya percaya pada KPK," imbuhnya.
(lal)