KPK pertanyakan BBM Rudi yang mengarah ke parpol
Selasa, 20 Agustus 2013 - 03:31 WIB
KPK pertanyakan BBM Rudi yang mengarah ke parpol
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku belum mengetahui sama sekali terkait beredarnya pengakuan (testimoni) tersangka suap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini, pesan berantai di Blackberry Messenger (BBM).
Dalam testimoninya, Rudi Rubiandini mengaku apa yang dilakukannya karena tekanan dari orang yang diduga petinggi salah satu partai politik (parpol), untuk keperluan konvensi. Serta karena alasan kebutuhan kewajiban membayar pelunasan rumah miliknya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.
"Sama sekali kita belum medengar hal itu (testimoni). Sama sekali kita belum mendengar. Di mana kita juga belum mendapatkan fakta ke arah sana (keterlibatan Partai Demokrat)," kata Samad, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2013).
Samad menegaskan, terkait testimoni Rudi, sejak awal pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK, Rudi tidak pernah menyebutkan atau menginformasikan mengenai testimoni yang beredar di masyarakat.
"Karena keterangan tersangka Rudi sendiri saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK tidak menjelaskan tentang apa yang Anda tanyakan (soal isi testimoni)," ujarnya.
Sebelumnya, beredar testimoni yang berkembang ditengah masyarakat terkait pengakuan Rudi Rubiandini mengenai permintaan dana dari petinggi Demokrat yang akan digunakan untuk keperluan konvensi penjaringan bakal calon presiden (Capres) Partai Demokrat.
Silakan klik link ini untuk melihat BBM atas nama Rudi Rubiandini
Dalam testimoninya, Rudi Rubiandini mengaku apa yang dilakukannya karena tekanan dari orang yang diduga petinggi salah satu partai politik (parpol), untuk keperluan konvensi. Serta karena alasan kebutuhan kewajiban membayar pelunasan rumah miliknya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.
"Sama sekali kita belum medengar hal itu (testimoni). Sama sekali kita belum mendengar. Di mana kita juga belum mendapatkan fakta ke arah sana (keterlibatan Partai Demokrat)," kata Samad, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2013).
Samad menegaskan, terkait testimoni Rudi, sejak awal pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK, Rudi tidak pernah menyebutkan atau menginformasikan mengenai testimoni yang beredar di masyarakat.
"Karena keterangan tersangka Rudi sendiri saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK tidak menjelaskan tentang apa yang Anda tanyakan (soal isi testimoni)," ujarnya.
Sebelumnya, beredar testimoni yang berkembang ditengah masyarakat terkait pengakuan Rudi Rubiandini mengenai permintaan dana dari petinggi Demokrat yang akan digunakan untuk keperluan konvensi penjaringan bakal calon presiden (Capres) Partai Demokrat.
Silakan klik link ini untuk melihat BBM atas nama Rudi Rubiandini
(maf)