FFH minta AROPI tindak tegas lembaga survei abal-abal

Senin, 19 Agustus 2013 - 02:05 WIB
FFH minta AROPI tindak...
FFH minta AROPI tindak tegas lembaga survei abal-abal
A A A
Sindonews.com - Survei terbukti menjadi instrumen yang sangat efektif untuk mendeteksi opini publik, dan perilaku pemilih dalam sebuah pemilu.

“Manfaat dari sebuah kegiatan ilmiah bernama survei sangat banyak. Jika dianologikan sebagai perang udara, maka survei seperti radar. Jika perang darat maka survei itu seperti perimeter,” kata Peneliti Senior Founding Fathers House (FFH) Dian Permata kepada Sindonews, Minggu (18/8/2013).

Dian mengaku, canggihnya dan banyak manfaat dari survei, para kandidat presiden, gubernur, bupati, wali kota dan partai politik seperti berlomba untuk menggunakan jasa lembaga yang menawarkan survei. Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari modernisasi dan liberalisasi politik di tanah air.

Ilmu survei yang lazim digunakan oleh para kandidat dan partai politik itu berasal dari Amerika Serikat. Bisa dikatakan Gallup-lembaga penelitian di AS, adalah salah satu pelopor dan pengembang ilmu survei.

“Di setiap perhelatan Pilpres di AS, Gallup kerap mengeluarkan hasil survei mereka. Dan publik AS kerap menanti hasil riset Gallup. Dan hasil survei mereka kerap jadi rujukan. Maka tidak heran apabila Gallup dan AS menjadi kiblat ilmu seperti ini,” ungkapnya.

Malaysia dan Philipina adalah contoh dua jiran Indonesia yang kerap menggunakan ilmu survei jenis ini. Di Malaysia ada Merdeka Center (MC). Sedangkan di Philipina ada Social Weather Station (SWS).

"Di Indonesia ilmu ini terbilang baru di dunia perpolitikan. Maka tidak heran apabila jumlah pegiat survei di Indonesia belum begitu banyak. Kondisi ini berbanding terbalik dengan jumlah pelaksanaan pemilu di Indonesia. Di Indonesia ada sekitar 500-an pelaksanaan pilkada,” katanya.

Dia berharap, Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI) sebagai asosiasi pegiat survei, harus berani menjewer prilaku lembaga survei yang tak bisa dipertanggung jawabkan. "Kasihan publik yang disesatkan dengan data-data seperti itu,” harapnya.
(stb)
Berita Terkait
Survei Ungkap Pentingnya...
Survei Ungkap Pentingnya Sentuhan Manusia di Era Adopsi AI oleh Brand di Indonesia
Laboratorium Psikologi...
Laboratorium Psikologi Politik UI Rilis Survei Nasional, Polarisasi Politik Di Indonesia: Mitos Atau Fakta
Rilis Survei ARSC: Titik...
Rilis Survei ARSC: Titik Tengah Demokrasi Indonesia Menuju Pemilu 2024
Hasil Survei ASI, Elektabilitas...
Hasil Survei ASI, Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Kejar-kejaran di Basis NU Jawa Timur
Gibran jadi Kandidat...
Gibran jadi Kandidat Cawapres Paling Populer Versi Survei LSI Denny JA
Survei Indikator: Erick...
Survei Indikator: Erick Thohir Cawapres dengan Tingkat Elektabilitas Paling Stabil Tumbuh Positif
Berita Terkini
RUU Perampasan Aset,...
RUU Perampasan Aset, Batas Kewenangan Aparat Penegak Hukum Jadi Poin Krusial
KY Gandeng PPATK Telusuri...
KY Gandeng PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Hakim
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
Polda Metro Tepis Selundupkan...
Polda Metro Tepis Selundupkan Pasal 32 UU ITE untuk Jerat Roy Suryo
27 Orang Tewas Akibat...
27 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Bar Bangkok, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved