Jika terbukti, Demokrat akan antarkan Jero ke KPK
Jum'at, 16 Agustus 2013 - 16:20 WIB
Jika terbukti, Demokrat akan antarkan Jero ke KPK
A
A
A
Sindonews.com - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku, akan menyerahkan kadernya yakni Jero Wacik ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika terbukti bersalah dalam kasus suap yang telah menjerat Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini.
Penyerahan Jero Wacik ke KPK pun akan dilakukan oleh Partai Demokrat, jika seandainya ada dua alat bukti yang membuktikan bahwa Jero Wacik bersalah.
"Ya siapapun. Demokrat satu-satunya partai yang apabila kadernya ada dua alat bukti, tidak akan kami lindungi kan kalian sudah lihat kan," kata Ruhut di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2013).
Ruhut membandingkan kader Partai Demokrat dengan Partai Golkar yang sama-sama terlibat korupsi, tapi Golkar tidak berani mengeluarkan kader tersebut.
"Golkar kalian lihat kan, Itu Gubernur Riau, lihat, masih Ketua DPP Golkar," Tegas Ruhut.
Partai Demokrat dinilai oleh Ruhut lebih berani untuk mengeluarkan kadernya yang terlibat kasus korupsi, jika dibandingkan dengan partai lain yang mengikuti Pilpres 2014.
"Kalau kami, Anas yang Ketum langsung kami copot. Lalu Andi, Dewan Pembinaan lansung kami copot. Kami tidak main-main. Oleh karena itu, polling kami naik lagi," tandas Ruhut.
Penyerahan Jero Wacik ke KPK pun akan dilakukan oleh Partai Demokrat, jika seandainya ada dua alat bukti yang membuktikan bahwa Jero Wacik bersalah.
"Ya siapapun. Demokrat satu-satunya partai yang apabila kadernya ada dua alat bukti, tidak akan kami lindungi kan kalian sudah lihat kan," kata Ruhut di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2013).
Ruhut membandingkan kader Partai Demokrat dengan Partai Golkar yang sama-sama terlibat korupsi, tapi Golkar tidak berani mengeluarkan kader tersebut.
"Golkar kalian lihat kan, Itu Gubernur Riau, lihat, masih Ketua DPP Golkar," Tegas Ruhut.
Partai Demokrat dinilai oleh Ruhut lebih berani untuk mengeluarkan kadernya yang terlibat kasus korupsi, jika dibandingkan dengan partai lain yang mengikuti Pilpres 2014.
"Kalau kami, Anas yang Ketum langsung kami copot. Lalu Andi, Dewan Pembinaan lansung kami copot. Kami tidak main-main. Oleh karena itu, polling kami naik lagi," tandas Ruhut.
(stb)