Menko Kesra klaim, penyebaran KPS hampir 100 persen
Rabu, 14 Agustus 2013 - 19:58 WIB
Menko Kesra klaim, penyebaran KPS hampir 100 persen
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengklaim, sebanyak 15. 266.481 Rumah Tangga Sasaran (RTS) mendapatkan Kartu Perlindungan Sosial (KPS).
Sedangkan jumlah total RTS mencapai 15.530.897. Menurut Agung, dari puluhan juta KPS yang telah didistribusikan terdapat 264,416 KPS yang reture.
Hal ini disebabkan karena meninggal dunia, pindah alamat, menolak dan program perubahan status kesejahteraan.
"Diperkirakan akan sampai pekan ini pemberian KPS akan selesai dilakukan," kata Agung di Kantor Kemenko Kesra, Rabu (14/8/2013).
Dia mengatakan, jika dalam beberapa hari tidak ada kejelasan atas 11 ribuan KPS tersebut, maka akan diberikan kepada RTS lainya.
Untuk itu akan diberlakuka musyawarah desa (Mudes) atau musyawarah kelurahan (Muskel) yang melibatkan stakeholder seperti polisi, kepala desa, babinsa dan PT POS untuk menentukan RTS mana yang menerima KPS tersebut. "Kami harapkan dengan mudes dapat ditentukan RTS mana saja," ujarnya.
Lanjut dia, meski pendistribusian KPS telah usai, pembayaran program kompensasi kenaikan BBM masih terus berjalan.
Sedangkan jumlah total RTS mencapai 15.530.897. Menurut Agung, dari puluhan juta KPS yang telah didistribusikan terdapat 264,416 KPS yang reture.
Hal ini disebabkan karena meninggal dunia, pindah alamat, menolak dan program perubahan status kesejahteraan.
"Diperkirakan akan sampai pekan ini pemberian KPS akan selesai dilakukan," kata Agung di Kantor Kemenko Kesra, Rabu (14/8/2013).
Dia mengatakan, jika dalam beberapa hari tidak ada kejelasan atas 11 ribuan KPS tersebut, maka akan diberikan kepada RTS lainya.
Untuk itu akan diberlakuka musyawarah desa (Mudes) atau musyawarah kelurahan (Muskel) yang melibatkan stakeholder seperti polisi, kepala desa, babinsa dan PT POS untuk menentukan RTS mana yang menerima KPS tersebut. "Kami harapkan dengan mudes dapat ditentukan RTS mana saja," ujarnya.
Lanjut dia, meski pendistribusian KPS telah usai, pembayaran program kompensasi kenaikan BBM masih terus berjalan.
(stb)