Konvensi Demokrat dramatisasi demokrasi palsu

Sabtu, 03 Agustus 2013 - 06:03 WIB
Konvensi Demokrat dramatisasi...
Konvensi Demokrat dramatisasi demokrasi palsu
A A A
Sindonews.com - Saat ini Partai Demokrat tengah sibuk mempersiapkan hajatan konvensi untuk menentukan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) meenghadapi Pemilu 2014.

Pemilihan panitia konvensi pun melibatkan pihak eksternal partai demi menjamin independensi kerja penyelenggara. Namun sebagian lain masih merupakan kader Partai Demokrat.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus mengatakan, konvensi bentukan Partai Demokrat lahir dari sebuah situasi kegamangan. Hal itu merupakan dampak dari matinya mesin parpol dalam mempersiapkan kadernya untuk diusung sebagai capres atau cawapres.

"Kegamangan juga muncul lantaran kebutuhan akan seorang presiden dari Demokrat yang diharapkan mampu "menjaga" tokoh-tokoh partai di 2014, dari serangan lawan politik yang mungkin saja memanfaatkan kekuasaan saat itu untuk membalas kekecewaan pemerintahan sekarang," ujarnya kepada Sindonews, Sabtu (3/8/2013).

Ia melihat, konvensi Partai Demokrat lebih merupakan strategi politik yang seolah-olah demokratis sebagai modal kampanye capres partai berlambang mercy ini. Menurutnya, kekhawatiran bahwa hasil akhir konvensi ini masih sangat tergantung pada Dewan Pembina bukan isapan jempol belaka.

"Konvensi ini pasti sepenuhnya dilakukan di bawah komando pimpinan tertinggi partai. Ukurannya, Partai Demokrat sepanjang sejarahnya selalu kembali kepada pemimpin tertinggi ketika menghadapi sebuah keputusan besar," tandasnya.

Dilanjutkannya, sejarah itu tak akan semudah membalikkan telapak tangan berubah menjadi tradisi baru dimana Partai Demokrat begitu terbuka pada hasil kerja tim yang bekerja untuk partai.

"Sesering apapun penyelenggara non-kader menyanjung-nyanjung independensi penyelenggaraan konvensi, mereka bukan siapa-siapanya Partai Demokrat yang berhak membuat keputusan yang bertentangan dengan Partai. Tak mungkin itu bisa terjadi," tandas Lucius.
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved