Ikut Konvensi, Hayono usung tagline 'kesinambungan & perubahan'
Kamis, 01 Agustus 2013 - 13:51 WIB
Ikut Konvensi, Hayono usung tagline 'kesinambungan & perubahan'
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman tampak serius untuk mengikuti konvensi semi terbuka yang diadakan partainya. Bahkan, Anggota Komisi I DPR RI ini telah membuat tagline yang akan digunakan selama mekanisme konvensi berlangsung.
"Tagline saya 'kesinambungan dan perubahan'," kata Hayono di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2013).
Untuk mensukseskan tagline tersebut dirinya pun telah meminta pendapat dari para ahli dari berbagai bidang. "Saya ini ingin menyambagi sektor ekonomi bagaimana, pendidikan, dan perubahan juga bagaimana. Ini perlu masukan dari para pakar, saya beruntung punya banyak teman," jelasnya.
Dengan mengikuti konvensi dan menjadi pemenang, Hayono pun berharap bisa mengedepankan ekonomi gotong royong yang bersumber dari tagline-nya tersebut.
"Yang sudah pasti saya sudah menetapkan ekonomi gotong royong, karena ini sudah terbentuk di rakyat Indonesia dengan gotong royong."
"Dan Indonesia mampu melewati kemiskinan dengan gotong royong. Nah, gotong royong ini bukan model jadul (jaman dulu) tetapi dalam ekonomi gotong royong," pungkasnya.
"Tagline saya 'kesinambungan dan perubahan'," kata Hayono di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2013).
Untuk mensukseskan tagline tersebut dirinya pun telah meminta pendapat dari para ahli dari berbagai bidang. "Saya ini ingin menyambagi sektor ekonomi bagaimana, pendidikan, dan perubahan juga bagaimana. Ini perlu masukan dari para pakar, saya beruntung punya banyak teman," jelasnya.
Dengan mengikuti konvensi dan menjadi pemenang, Hayono pun berharap bisa mengedepankan ekonomi gotong royong yang bersumber dari tagline-nya tersebut.
"Yang sudah pasti saya sudah menetapkan ekonomi gotong royong, karena ini sudah terbentuk di rakyat Indonesia dengan gotong royong."
"Dan Indonesia mampu melewati kemiskinan dengan gotong royong. Nah, gotong royong ini bukan model jadul (jaman dulu) tetapi dalam ekonomi gotong royong," pungkasnya.
(kri)