SBY disadap, pemerintah evaluasi sistem pengamanan
Senin, 29 Juli 2013 - 16:00 WIB
SBY disadap, pemerintah evaluasi sistem pengamanan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN) saat ini sedang mencari tahu, mengenai kebenaran berita penyadapan yang dimuat di media Autralia Sydney Morning Herald pada Jumat 26 Juli 2013 lalu.
Tidak hanya itu, pemerintah pun akan melakukan mengevaluasi sistem pengamanan presiden. "Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengevaluasi sistem pengamanan itu, sehingga tidak terjadi kebocoran yang tidak perlu," ujar Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/7/2013).
Saat ini, lanjutnya, perkembangan teknologi sangat cepat. "Sehingga kami harus selalu berada dalam posisi mengimbangi. Kalau tidak, dengan mudah informasi akan bocor ke publik," imbuhnya.
Seperti diketahui, berdasarkan pemberitaan di Sydney Morning Herald, Jumat 26 Juli 2013 lalu, penyadapan tersebut dilakukan terhadap pemimpin-pemimpin di Negara Asia Pasifik termasuk SBY, yang ingin menjabat Dewan PBB pasca lengser dari kursi Presiden 2014 nanti.
Tidak hanya itu, pemerintah pun akan melakukan mengevaluasi sistem pengamanan presiden. "Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengevaluasi sistem pengamanan itu, sehingga tidak terjadi kebocoran yang tidak perlu," ujar Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/7/2013).
Saat ini, lanjutnya, perkembangan teknologi sangat cepat. "Sehingga kami harus selalu berada dalam posisi mengimbangi. Kalau tidak, dengan mudah informasi akan bocor ke publik," imbuhnya.
Seperti diketahui, berdasarkan pemberitaan di Sydney Morning Herald, Jumat 26 Juli 2013 lalu, penyadapan tersebut dilakukan terhadap pemimpin-pemimpin di Negara Asia Pasifik termasuk SBY, yang ingin menjabat Dewan PBB pasca lengser dari kursi Presiden 2014 nanti.
(stb)