Sadap SBY, Australia didesak minta maaf

Senin, 29 Juli 2013 - 10:25 WIB
Sadap SBY, Australia...
Sadap SBY, Australia didesak minta maaf
A A A
Sindonews.com - Ketua Komisi III DPR RI Gede Pasek Suardika menilai aksi penyadapan yang dilakukan Australia, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadiri KTT G-20 Tahun 2009 lalu di London, Inggris adalah perbuatan tak terpuji.

Sebagai negara sahabat, Pasek mendesak agar Pemerintah Australia meminta maaf atas perbuatannya tersebut. "Itu tindakan tidak terpuji dan memalukan. Australia harus meminta maaf secara terbuka bila itu benar-benar terjadi. Sebab persahabatan yang dibangun SBY selaku Presiden RI, dengan Australia telah dikhianati negeri Kangguru tersebut," kata Pasek saat dihubungi, Senin (29/7/2013).

Dia juga mengakui peran Indonesia di mata internasional semakin diperhitungkan dan disegani. Dengan tindakan tersebut, kata dia, mengesankan bahwa negeri kangguru itu frustasi melihat kemajuan posisi Indonesia di dunia.

"Hanya saja sangat disesalkan kalau melakukan cara-cara yang kotor dan merusak hubungan baik selama ini. Semestinya Australia melakukan kompetisi diplomasi yang fair bila ingin eksis dalam pergaulan dunia," imbaunya.

Dia menilai, apa yang dilakukan oleh Australis adalah cara-cara frustasi dari sebuah negara maju dan hanya menjatuhkan martabat negara itu sendiri.

"Mereka tampaknya kewalahan melihat laju kemajuan dan peran Indonesia yang semakin strategis di dunia internasional," sambungnya.

Sebelumnya, media Australia memberitakan bahwa SBY telah disadap saat menghadiri KTT G-20 di London, Inggris. Aksi itu sendiri dilakukan oleh intelijen Inggris dan Amerika Serikat.

Hasil sadapan tersebut pun ditulis hanya untuk kepentingan diplomatik Australia, untuk mendapatkan informasi yang bertujuan mendapatkan kursi di Dewan Keamanan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).
(stb)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved